Site icon Media KotaKita

Raksasa Laut Terdampar: Hiu Tutul Enam Meter di Pantai Parangkusumo, Upaya Penyelamatan Berlanjut

Sebuah pemandangan langka sekaligus memilukan menyelimuti pesisir Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (18/10) pagi. Seekor hiu tutul (Rhincodon typus) berukuran raksasa, diperkirakan mencapai enam meter, ditemukan terdampar dalam kondisi hidup di tepian pantai yang ramai dikunjungi wisatawan.

Penemuan mengejutkan ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, dilaporkan pertama kali oleh seorang warga kepada petugas Pos SAR Ditpolairud Polda DIY. Segera setelah laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari anggota SAR Linmas Wilayah III dan aparat kepolisian meluncur ke lokasi kejadian menggunakan kendaraan Utility Task Vehicle (UTV) untuk melakukan peninjauan dan langkah awal penanganan.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, dalam keterangannya menjelaskan bahwa upaya penyelamatan awal telah dilakukan. Petugas bersama masyarakat dan tim SAR bergotong royong berusaha mendorong kembali hiu tutul tersebut ke tengah laut. Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah kecil. Ukuran ikan yang masif serta kondisi air laut yang mulai surut menjadi penghalang utama, menyebabkan upaya heroik tersebut belum membuahkan hasil.

Hiu tutul dikenal sebagai ikan terbesar di dunia dan merupakan spesies yang dilindungi, berstatus rentan (vulnerable) menurut daftar merah IUCN. Kehadirannya di perairan dangkal, apalagi hingga terdampar, seringkali menjadi indikasi adanya anomali atau kondisi yang membahayakan bagi kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, penanganannya memerlukan kehati-hatian ekstra dan koordinasi multi-pihak.

Mengingat kompleksitas penanganan satwa laut berukuran besar ini, tim di lapangan segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY. Hingga siang hari, mamalia laut perkasa itu masih berada di garis pantai Parangkusumo, menanti tindak lanjut dari BKSDA DIY yang diharapkan dapat memberikan solusi terbaik untuk mengembalikan hewan tersebut ke habitat alaminya.

Iptu Rita Hidayanto juga menegaskan pentingnya langkah yang tepat demi keselamatan tidak hanya satwa, tetapi juga petugas dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak, tidak melakukan tindakan sendiri, serta tidak mendekati hiu tutul tersebut tanpa pengawasan petugas. Hal ini untuk mencegah stres pada satwa dan menghindari potensi risiko yang tidak diinginkan.

Situasi di Pantai Parangkusumo kini menjadi fokus perhatian. Petugas bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi intensif untuk merumuskan strategi evakuasi yang paling efektif dan aman. Harapan besar tersemat agar hiu tutul raksasa ini dapat segera kembali berenang bebas di lautan luas, menandakan keberhasilan upaya konservasi dan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati bahari Indonesia.

Exit mobile version