Site icon Media KotaKita

Operasi Senyap di Maybrat: TNI Berhasil Rebut Kembali Dua Senjata Organik dari OPM

Kondisi keamanan di wilayah Maybrat, Papua Barat Daya, kembali menjadi sorotan setelah Komando Operasi (Koops) TNI Habema sukses besar dalam misi strategis merebut kembali dua pucuk senjata organik yang sebelumnya dirampas oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem. Keberhasilan operasi yang berlangsung intensif ini mengakhiri periode tujuh bulan sejak insiden perampasan yang memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Peristiwa perampasan dua senjata, yakni jenis Caracal dan K3 Daewoo dari Yonif 9 Marinir, terjadi pada 22 Maret 2026, menyasar Pos Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory, Kabupaten Maybrat. Insiden tersebut menjadi catatan penting atas tantangan keamanan di Bumi Cenderawasih. Setelah berbulan-bulan upaya tanpa henti, Tim Gabungan Operasi Badai Kasuari 3.12 akhirnya berhasil mengamankan kembali senjata Caracal pada Jumat (16/10), diikuti sehari kemudian oleh penemuan senjata K3 Daewoo pada Sabtu (17/10), melengkapi keberhasilan misi pemulihan materiil vital TNI.

Operasi pemulihan ini tidaklah mudah. Ini adalah buah kerja keras dan koordinasi apik dari berbagai elemen militer. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari Satuan Tugas (Satgas) Yonif 9 Marinir, Detasemen Khusus Penanggulangan (Denkul) 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Kewilayahan Yonif 764/IB. Sinergi lintas satuan ini menunjukkan komitmen kuat TNI dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di wilayah-wilayah rawan konflik seperti Maybrat.

Selain dua senjata organik yang menjadi target utama, operasi ini juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting lainnya. Tercatat, satu pucuk senjata api rakitan campuran, 19 butir amunisi kaliber 5,56 mm, tiga unit magazen, serta satu unit alat bidik dan sejumlah perlengkapan tempur lainnya berhasil disita. Penemuan tambahan ini semakin memperkuat indikasi aktivitas kelompok bersenjata yang berpotensi mengganggu stabilitas regional.

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit yang terlibat dalam Operasi Badai Kasuari 3.12. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan manifestasi dari ketekunan, keberanian, disiplin, dan profesionalisme para prajurit dalam menuntaskan setiap tugas negara. “Ini adalah bukti kesungguhan, kerja keras, dan tanggung jawab prajurit dalam menuntaskan tugas. Dua senjata organik yang sempat dirampas kelompok Manfred Fatem kini telah kembali sepenuhnya ke pangkuan TNI,” ujar Brigjen Riyanto dalam keterangan pers yang dirilis, Minggu (18/10).

Lebih lanjut, Brigjen Riyanto menggarisbawahi bahwa arti penting keberhasilan ini jauh melampaui sekadar pengamanan materiil satuan. Menurutnya, hal krusial adalah memastikan bahwa senjata-senjata tersebut tidak lagi dapat disalahgunakan untuk melancarkan aksi kekerasan yang mengancam keselamatan baik masyarakat sipil maupun aparat keamanan. Beliau menegaskan bahwa TNI akan senantiasa mengambil tindakan tegas terhadap setiap ancaman bersenjata, namun dengan pendekatan yang selektif, terukur, profesional, dan berlandaskan hukum. “Namun, kepada saudara-saudara kami yang berkeinginan meninggalkan jalan kekerasan, pintu perdamaian selalu terbuka lebar,” pungkasnya, menunjukkan komitmen TNI terhadap pendekatan humanis di tengah upaya penegakan hukum.

Exit mobile version