Site icon Media KotaKita

Heroisme Malam di Perairan Bengkulu: Basarnas Sukses Evakuasi 26 Kru Kapal Terbakar

Laut Bengkulu sempat dicekam ketegangan pada dini hari Sabtu (17/10) ketika sebuah insiden kebakaran hebat melanda kapal kargo KM Prima Sentosa. Namun, berkat kesigapan luar biasa dan koordinasi apik tim penyelamat gabungan, seluruh 26 kru kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, menandai sebuah operasi penyelamatan yang patut diacungi jempol.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 00.00 WIB, mengubah suasana malam di perairan Bengkulu menjadi mencekam dengan kobaran api yang melahap lambung kapal. Informasi cepat mengenai insiden ini segera menggerakkan seluruh elemen Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Bengkulu dan tim SAR gabungan untuk melancarkan operasi darurat.

Kepala Kantor Basarnas Bengkulu, Muslikun Sidik, memaparkan bahwa proses evakuasi bukan tanpa hambatan. Di tengah gulita malam, gelombang laut yang menantang, dan posisi kru yang tersebar pasca-insiden, tim harus bekerja keras melawan waktu dan kondisi alam. “Meskipun dihadapkan pada tantangan kondisi perairan dan posisi kru yang terpencar, koordinasi Tim SAR Gabungan serta bantuan kapal yang melintas menjadi bagian penting dalam penyelamatan tersebut,” ujar Muslikun, menyoroti kompleksitas operasi.

Tim gabungan yang terlibat dalam misi heroik ini terdiri dari berbagai unit, termasuk tim Rescue Kru KN 213 Bengkulu, tim Rescue KPP Bengkulu, kapal KM Seroja 20, dan Lanal Bengkulu. Mereka menggunakan berbagai alat penunjang canggih seperti KN 213 Bengkulu, rescue car, peralatan SAR air, perangkat komunikasi satelit, serta perlengkapan medis lengkap untuk memastikan setiap kru mendapatkan penanganan terbaik.

Dalam waktu sekitar dua jam pencarian intensif, satu per satu dari 26 kru berhasil ditemukan dan dievakuasi. Mereka kemudian dibawa ke tempat aman di Posko Kantor Pelindo Bengkulu. Setibanya di darat, seluruh kru segera menjalani pendataan dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk memastikan tidak ada cedera serius atau dampak kesehatan lain akibat insiden tersebut. Dari total kru, 23 di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan tiga lainnya adalah Warga Negara Asing (WNA), menunjukkan keragaman awak kapal di perairan Nusantara.

Keberhasilan operasi penyelamatan ini tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjadi bukti nyata profesionalisme, dedikasi, dan sinergi antarlembaga dalam menghadapi situasi darurat di laut. Insiden ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan maritim yang ketat dan kesiapsiagaan tim penyelamat dalam menjaga keamanan pelayaran di perairan Indonesia.

Exit mobile version