Jakarta – Pucuk pimpinan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kini resmi berpindah tangan. Jenderal TNI Tandyo Budi Revita telah dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (15/10). Penunjukan ini merupakan bagian dari rotasi strategis di tubuh TNI, di mana Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAD sebelumnya, kini mengemban amanah sebagai Wakil Panglima TNI. Pergantian ini menegaskan komitmen pemerintah dalam penguatan dan penyegaran kepemimpinan di sektor pertahanan nasional.
Jabatan KSAD memegang peran sentral dalam memastikan kesiapan operasional dan profesionalisme prajurit matra darat, yang menjadi tulang punggung pertahanan negara. Di bawah kepemimpinan Jenderal Tandyo, TNI AD diharapkan mampu terus beradaptasi dengan dinamika ancaman global dan regional, serta memperkuat kapabilitas dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Latar belakang Jenderal Tandyo yang komprehensif dinilai sangat relevan untuk menghadapi tantangan tersebut.
Lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969, Jenderal Tandyo merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991. Karier militernya yang terentang lebih dari tiga dekade dimulai dari pengalaman lapangan yang intensif. Ia mengawali kiprahnya sebagai Komandan Tim Khusus Combat Intelligence (CI) Yonif Linud 330/Tri Dharma pada tahun 1995, sebuah posisi yang membekalinya dengan pemahaman mendalam tentang operasi intelijen dan tempur di medan laga. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat bagi jenjang karier selanjutnya.
Jejak kepemimpinan Jenderal Tandyo terus menanjak melalui berbagai penugasan strategis, termasuk Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 330/Tri Dharma dan Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I. Pengalaman di bidang teritorial juga teruji saat menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro periode 2023-2024. Perannya dalam mencetak generasi penerus TNI AD terlihat saat menjadi Komandan Resimen Taruna Akmil pada 2015.
Sebelum dilantik menjadi KSAD, Jenderal Tandyo sempat dipercaya sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) pada Februari 2024. Puncak kepercayaan yang diterimanya adalah saat ditunjuk menduduki posisi strategis sebagai Wakil Panglima TNI, sebuah jabatan yang sebelumnya kosong selama seperempat abad, mengindikasikan pengakuan atas kapasitas kepemimpinannya. Selain itu, keahliannya juga terbukti dalam kebijakan pertahanan sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kemhan (2021-2023) dan Direktur Strategi Pertahanan di Ditjen Strahan Kemhan.
Dengan rekam jejak yang solid, mulai dari pengalaman operasional lapangan, pembinaan teritorial, pendidikan militer, hingga perumusan kebijakan pertahanan, Jenderal Tandyo Budi Revita membawa kompetensi multidimensional ke pucuk pimpinan TNI AD. Diharapkan, di bawah kepemimpinannya, TNI AD akan semakin profesional, modern, dan tangguh, siap mengemban tugas negara dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional di tengah berbagai tantangan di masa depan.

