PADANG – Ratusan keluarga di Kota Padang, Sumatera Barat, kini menghadapi realitas pahit setelah banjir bandang menerjang tiga kecamatan vital dan enam kelurahan pada Sabtu akhir pekan lalu. Bencana alam ini tidak hanya merendam pemukiman, namun juga memutus akses krusial, memaksa ratusan jiwa untuk mengungsi demi keselamatan.
Berdasarkan data terkini dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat, genangan air yang signifikan masih terpantau di sebagian besar area terdampak. Tiga kecamatan yang paling parah merasakan dampak banjir Padang ini adalah Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo, dengan Kelurahan Kuranji menjadi titik konsentrasi utama pengungsian.
Total 672 jiwa dilaporkan telah mengungsi, mencari perlindungan di tenda-tenda darurat, mushala, dan rumah-rumah warga yang aman. Musibah ini juga berdampak langsung pada setidaknya 225 kepala keluarga atau 498 jiwa lainnya yang rumahnya terendam. Tak hanya itu, infrastruktur juga mengalami kerusakan serius, dengan satu unit rumah rusak berat, empat unit rusak sedang, dan sekitar 120 unit rumah lainnya terdampak genangan air yang parah. Salah satu dampak paling krusial adalah terputusnya akses jalan di wilayah Kuranji, tepatnya di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, yang kini menghambat mobilitas dan penyaluran bantuan.
Menanggapi situasi darurat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, tim SAR, dan instansi terkait lainnya segera bergerak cepat. Operasi kaji cepat, pendataan warga, dan upaya evakuasi massif berhasil menyelamatkan setidaknya 238 jiwa dari lokasi terdampak. Bantuan logistik dasar dan kebutuhan pokok juga telah disalurkan kepada para pengungsi di berbagai titik penampungan. Namun, tantangan besar masih membayangi, mengingat luasnya wilayah terdampak dan sejumlah akses jalan yang masih terendam air, menyulitkan tim penolong untuk menjangkau seluruh area yang membutuhkan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah dan semua unsur terkait untuk mengoptimalkan penanganan darurat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan yang terpenting, menjamin keselamatan masyarakat di tengah bencana. Selain penanganan segera, rekomendasi krusial juga mencuat: perbaikan tanggul yang jebol di daerah aliran sungai Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji. Kerusakan tanggul ini disinyalir menjadi salah satu pemicu utama luapan air yang memperparah kondisi banjir Padang.
BNPB juga tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diharapkan untuk mengenali potensi bahaya di sekitar mereka, mengambil langkah-langkah pencegahan, dan segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi mulai mengancam keselamatan diri dan keluarga.

