Site icon Media KotaKita

Tragedi Bawah Laut Probolinggo: Penyelam Hilang Saat Evakuasi Bangkai Kapal Karam

PROBOLINGGO – Sebuah insiden memilukan terjadi di perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ketika seorang penyelam veteran dilaporkan hilang saat menjalankan misi evakuasi bangkai kapal. Peristiwa ini sekali lagi menyoroti risiko inheren dalam pekerjaan bawah laut yang penuh tantangan dan membutuhkan keahlian tinggi.

Penyelam nahas tersebut adalah Ismail (58), warga Kecamatan Mayangan. Dengan pengalaman mumpuni dalam menyelam, Ismail diduga menghadapi kendala serius saat berada di kedalaman sekitar 40 meter di bawah permukaan laut. Komunikasi dengan Ismail terputus secara misterius, dan ia tak kunjung muncul ke permukaan, meninggalkan tanda tanya besar serta kekhawatiran mendalam di antara rekan dan keluarganya.

Kronologi kejadian bermula pada Kamis pagi, sekitar pukul 10.03 WIB. Ismail, bersama rekannya Muhari, bertugas menyelami bangkai Kapal Motor (KM) Bahagia yang telah lama karam. Dalam operasi penyelaman jenis ini, pasokan udara dan komunikasi vital kerap bergantung pada selang yang terhubung ke permukaan. Muhari, yang mengawasi dari atas perahu, bertugas memantau selang tersebut, yang juga berfungsi sebagai jalur komunikasi utama.

Setelah hampir 30 menit tanpa indikasi pergerakan atau sinyal dari Ismail melalui selang, Muhari mulai merasakan keganjilan. Upaya menarik selang secara perlahan tidak membuahkan hasil; Ismail tetap tak terlihat. Menyadari situasi genting, Muhari bersama keluarga korban dan sejumlah nelayan setempat segera melancarkan pencarian mandiri. Namun, setelah berjam-jam menyisir area sekitar hingga pukul 13.00 WIB, hasilnya nihil.

Melihat kondisi yang semakin mendesak, insiden ini akhirnya dilaporkan kepada pihak berwenang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi, I Made Oka Astawa, membenarkan penerimaan laporan yang menyatakan seorang penyelam hilang saat evakuasi bangkai kapal di perairan Probolinggo tersebut, menegaskan keseriusan situasi.

Menanggapi laporan tersebut, tim SAR gabungan segera dikerahkan. Tujuh personel tim rescue dari SAR Banyuwangi bergegas menuju lokasi kejadian pada pukul 16.05 WIB, membawa perlengkapan lengkap, termasuk Rescue Car Type II, perahu karet dan motor tempel, peralatan water rescue, peralatan selam canggih, medis, serta perangkat komunikasi. Lokasi hilangnya Ismail diketahui berjarak sekitar 171 kilometer dari pusat Kantor SAR Banyuwangi, menambah tantangan dalam respons cepat dan logistik.

Operasi pencarian ini merupakan kolaborasi intensif dari berbagai unsur, mencerminkan kesigapan dalam menghadapi bencana. Selain SAR Banyuwangi, tim juga diperkuat oleh personel TNI Angkatan Laut Pos Paiton dan Mayangan, Satuan Polisi Perairan (Satpol Air), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, serta aparat desa dan nelayan lokal. Sinergi ini sangat krusial mengingat kompleksitas kondisi perairan dan medan pencarian yang luas.

Hingga saat laporan ini diturunkan, operasi pencarian terhadap Ismail masih terus berlangsung. Tim berupaya keras di tengah faktor-faktor alam seperti kondisi cuaca dan arus laut yang dapat berubah sewaktu-waktu. Harapan agar Ismail dapat segera ditemukan, apapun keadaannya, terus menyelimuti tim penyelamat dan keluarga yang menanti dengan cemas.

Exit mobile version