Site icon Media KotaKita

BPN Papua Barat Jangkau Anak Berkebutuhan Khusus dan Yatim Piatu: Misi Kemanusiaan di Hari Agraria

MANOKWARI, KotaKita – Dalam semangat memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) tahunan, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua Barat kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui penyaluran puluhan paket makanan tambahan bergizi. Sasaran utama dari inisiatif mulia ini adalah siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Panca Kasih dan anak-anak dari Panti Asuhan Yayasan Ikhsan Al-Mau’un yang berlokasi di Kabupaten Manokwari.

Kegiatan bakti sosial ini, seperti diungkapkan Kepala Kantor Wilayah BPN Papua Barat, Keliopas Fenitiruma, merupakan refleksi mendalam dari kepedulian institusi terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak dengan keterbatasan dan mereka yang tumbuh tanpa orang tua lengkap. “Peringatan Hantaru bukan hanya seremoni administratif, melainkan juga momentum untuk mempertegas peran kami sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Kami ingin hadir dan berbagi, terutama bagi anak-anak yang memerlukan perhatian ekstra,” ujar Keliopas di Manokwari, baru-baru ini.

Keliopas menambahkan, dukungan semacam ini esensial untuk memupuk semangat belajar dan tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus maupun yatim piatu. Setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses yang sama terhadap nutrisi yang layak, kesehatan prima, dan pendidikan berkualitas. Ini adalah fondasi penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan memiliki masa depan cerah, jauh dari bayang-bayang diskriminasi atau keterbatasan.

Salah satu penerima manfaat utama, SLB Negeri Terpadu Panca Kasih Manokwari, memegang peran vital di Papua Barat. Sekolah ini adalah satu-satunya SLB terpadu di wilayah tersebut, melayani beragam kekhususan seperti tunarungu, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa, dan autisme. Dedikasi para tenaga pengajar, banyak di antaranya berstatus honorer, patut mendapat apresiasi tinggi. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang dengan sabar dan penuh kasih membimbing anak-anak istimewa ini.

Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh Kepala SLB Panca Kasih Manokwari, Haryati. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas konsistensi BPN Papua Barat dalam memberikan perhatian. “Ini adalah kali kedua BPN hadir dengan bantuan. Tahun lalu kami menerima alat tulis, dan tahun ini bantuan paket makanan tambahan yang sangat bermanfaat. Dukungan berkelanjutan ini memberikan energi positif bagi kami dan terutama anak-anak,” jelas Haryati.

Inisiatif ini menegaskan bahwa BPN Papua Barat memandang tugasnya melampaui urusan administrasi pertanahan semata. Kehadiran mereka dalam kegiatan sosial adalah bukti nyata bahwa lembaga pemerintah juga memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan pemerhati kesejahteraan sosial. Penyaluran bantuan gizi bukan sekadar donasi, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Papua Barat di masa depan.

Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan elemen masyarakat, diharapkan semakin banyak anak-anak berkebutuhan khusus dan yatim piatu yang mendapatkan kesempatan setara untuk berkembang dan mencapai potensi terbaik mereka. Kisah kepedulian BPN Papua Barat ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus mengulurkan tangan dan menciptakan lingkungan yang inklusif serta penuh harapan.

Exit mobile version