Site icon Media KotaKita

Terungkap! Modus Baru Narkotika Etomidate Lewat Vape Seret Selebgram JP

Kasus penyalahgunaan narkotika kembali mengguncang jagat hiburan Tanah Air, kali ini menyeret nama selebgram kondang berinisial JP. Dalam sebuah operasi senyap yang mendalam, aparat kepolisian berhasil membongkar jaringan pengedar narkotika jenis etomidate yang disamarkan dalam bentuk vape, sebuah modus operandi yang semakin meresahkan.

Penangkapan JP oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta menjadi puncak dari serangkaian penyelidikan intensif. Selebgram yang dikenal dengan jutaan pengikutnya ini diamankan di sebuah apartemen mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, sesaat setelah menerima paket mencurigakan yang belakangan diketahui berisi vape mengandung etomidate.

Etomidate sendiri bukanlah narkotika biasa. Ini adalah obat bius atau anestesi intravena kerja singkat yang lazim digunakan dalam dunia medis untuk menginduksi pasien agar tidak sadarkan diri sebelum prosedur darurat atau operasi singkat. Penggunaannya harus di bawah pengawasan ketat dokter spesialis. Penyalahgunaan etomidate tanpa resep dan pengawasan medis sangat berbahaya, dapat menyebabkan depresi pernapasan, gangguan jantung, bahkan kematian. Modus penyimpanannya dalam cartridge vape menunjukkan upaya licik untuk mengelabui aparat dan masyarakat, menciptakan ilusi keamanan di balik produk yang tampak lumrah.

Investigasi mendalam bermula dari pengamanan dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen di Kembangan, Jakarta Barat. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan puluhan cartridge vape yang diduga kuat mengandung etomidate. Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa RR dan RN memperoleh barang haram tersebut dari seorang warga negara China berinisial XC. Pengembangan kasus kemudian mengarah pada JP setelah ditemukan adanya paket vape narkotika yang ditujukan kepadanya.

Dengan strategi cermat, tim Satresnarkoba bergerak cepat. Satu tim mengamankan XC di sebuah hotel di Jakarta Barat, menemukan puluhan cartridge vape etomidate lainnya. Sementara itu, tim kedua melakukan operasi undercover control delivery terhadap paket yang ditujukan kepada JP. Pada hari yang sama, di apartemennya di Cilandak, JP menerima paket tersebut. Saat paket dibuka di hadapan petugas, terbukti isinya adalah satu cartridge vape mengandung etomidate. Penggeledahan lebih lanjut menemukan satu cartridge vape bekas pakai.

JP kemudian digelandang ke kantor polisi untuk pemeriksaan intensif, termasuk tes urine. Hasilnya mengejutkan: JP positif mengonsumsi narkotika golongan II jenis etomidate. Ini memperkuat dugaan bahwa ia tidak hanya terlibat dalam penerimaan, tetapi juga penggunaan zat terlarang tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi publik, khususnya generasi muda dan figur publik, akan bahaya laten penyalahgunaan narkotika yang kini hadir dalam berbagai bentuk baru dan canggih. Polisi menegaskan akan terus melakukan penyidikan mendalam untuk mengungkap seluruh jaringan di balik peredaran etomidate via vape ini. Seluruh tersangka, termasuk JP, RR, RN, dan XC, masih menjalani pemeriksaan di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, menunggu proses hukum lebih lanjut. Komitmen aparat dalam memberantas peredaran narkotika patut diapresiasi demi menjaga masa depan bangsa dari ancaman serius ini.

Exit mobile version