Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus melakukan langkah progresif untuk memperkuat sistem pertahanan negara. Langkah taktis ini direalisasikan melalui pengadaan sejumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista) generasi terbaru. Bagi Prabowo, kedaulatan dan stabilitas nasional merupakan fondasi mutlak yang tidak bisa ditawar demi mendukung keberlanjutan pembangunan bangsa.
Salah satu pencapaian paling monumental dalam modernisasi ini adalah hadirnya KRI Sriwijaya, yang sebelumnya merupakan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi hibah dari Italia. Kapal dengan panjang 180,2 meter dan bobot mencapai 13,8 ribu ton ini akan dialihfungsikan menjadi kapal induk helikopter dan pesawat nirawak (drone). Mampu melaju hingga kecepatan 30 knot, KRI Sriwijaya diproyeksikan menjadi pangkalan terapung strategis untuk berbagai operasi taktis TNI.
Selain kekuatan laut, matra udara Indonesia juga mendapatkan suntikan armada yang sangat signifikan. Presiden Prabowo menyerahkan sejumlah pesawat tempur dan angkut canggih buatan Dassault Aviation, Prancis, kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subianto. Armada baru tersebut meliputi enam unit jet tempur multirole Rafale, empat unit jet jet bisnis jarak jauh Falcon 8X, serta satu unit pesawat angkut taktis militer Airbus A400M.
Jet tempur Rafale dikenal dengan performa mesin ganda yang sanggup mengemban misi multi-peran, mulai dari pertahanan udara hingga serangan anti-kapal jarak jauh. Dilengkapi dengan sistem persenjataan modern seperti rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer, jet ini memperkokoh dominasi udara Indonesia. Di sisi lain, pesawat Airbus A400M memperkuat lini logistik udara karena mampu mengangkut beban berat hingga 37 ton serta mendarat di landasan pacu yang pendek maupun tidak beraspal.
Kedaulatan wilayah udara NKRI kini kian kokoh berkat kehadiran radar militer canggih GM403 Ground Control Intercept (GCI). Radar 3D hasil kolaborasi strategis antara PT Len Industri dan Thales Prancis ini memiliki jangkauan deteksi yang sangat luas untuk memantau ancaman udara secara real-time. Melalui kombinasi kapal induk modern, jet tempur mutakhir, dan sistem radar pertahanan terkini, Indonesia kian mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan militer yang disegani di kawasan regional.

