JAKARTA – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional, meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Awards 2026. Apresiasi global ini menegaskan kepiawaian PLN EPI dalam membangun narasi komunikasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga berdampak signifikan terhadap agenda transisi energi dan keberlanjutan di Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. PLN EPI dianugerahi Award of Merit dalam kategori Impactful Public Relations Awards (IMPRA), khususnya subkategori Best Media Relations. Penghargaan ini diraih melalui program inovatif bertajuk “Gas Kita (Gasifikasi untuk Kita): Satukan Cerita, Gerakkan Transisi Energi”. Program “Gas Kita” secara cermat mengomunikasikan peran krusial gasifikasi dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik, sekaligus memitigasi ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM), sebuah langkah vital dalam mendukung percepatan transisi energi nasional.
Tak berhenti di situ, PLN EPI juga membawa pulang penghargaan pada kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA), subkategori Best Sustainability Communications. Melalui program “Desa Berdaya Energi Gunungkidul, From Activity to Impact: Empowering Communities for Sustainable Energy”, perusahaan ini berhasil menunjukkan bagaimana komunikasi strategis dapat mendorong pengembangan ekosistem biomassa yang tidak hanya fokus pada penyediaan energi. Program ini secara holistik mengangkat aspek pemberdayaan masyarakat lokal, menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat komunitas.
Mamit Setiawan menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar validasi eksternal, melainkan juga pendorong bagi seluruh insan PLN EPI untuk terus menghadirkan komunikasi yang relevan, transparan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. “Ini adalah bentuk apresiasi atas kerja keras bersama dalam menciptakan komunikasi yang membangun pemahaman dan kepercayaan publik, sejalan dengan transformasi bisnis dan komitmen keberlanjutan perusahaan kami,” ujarnya.
Jeane Niode Sindy, Head of Committee IABC Indonesia Awards 2026, turut menggarisbawahi relevansi komunikasi berdampak di era digital yang kian dipenuhi oleh kecerdasan buatan. “Meskipun teknologi dapat mempercepat proses, integritas, empati, dan sentuhan manusia tetap menjadi fondasi utama reputasi sebuah institusi,” jelas Jeane. Penghargaan IABC, menurutnya, adalah bentuk pengakuan terhadap praktik komunikasi yang inovatif, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Kedua program yang diganjar penghargaan ini merupakan refleksi nyata dari pendekatan komunikasi PLN EPI yang terintegrasi, menghubungkan strategi bisnis inti dengan manfaat konkret yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Program “Gas Kita” membuktikan bagaimana hubungan media yang solid dan pengelolaan komunikasi yang terencana mampu membentuk persepsi positif terhadap peran gas dalam peta jalan energi Indonesia. Sementara “Desa Berdaya Energi Gunungkidul” adalah contoh paripurna bagaimana keberlanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan pemberdayaan berbasis komunitas.
Prestasi ini, seperti disampaikan Mamit, menjadi motivasi bagi PLN EPI untuk senantiasa mengembangkan praktik komunikasi yang adaptif, terukur, dan fokus pada dampak. Melalui komunikasi yang efektif dan kredibel, PLN EPI bertekad untuk terus memperkuat pemahaman publik dan keterlibatan media dalam mendukung agenda besar transisi energi serta pembangunan berkelanjutan demi ketahanan energi nasional yang lebih tangguh.

