Site icon Media KotaKita

Canda dan Makna di 100 Tahun Gontor: Sentilan Kiai Hasan Sahal di Depan Presiden Prabowo

Acara peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo, Jawa Timur, berlangsung semarak dan penuh kehangatan. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian publik adalah pidato sambutan penuh kelakar namun sarat makna dari Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Hasan tidak canggung melontarkan guyonan segar yang memancing tawa hadirin, termasuk sang presiden. Salah satu selorohnya yang viral adalah celetukan ‘Sorry Yee’ dan fenomena ‘cari muka’ yang kerap terjadi di tengah masyarakat saat ini. Di balik candaan tersebut, Kiai Hasan menegaskan komitmen teguh Gontor yang tetap konsisten memilih jalur pendidikan demi membangun peradaban bangsa.

Kiai Hasan juga merefleksikan pentingnya menyikapi sejarah dengan bijak. Merujuk pada pesan terkenal Bung Karno tentang ‘Jasmerah’, beliau menekankan bahwa Gontor tidak sekadar ingin belajar atau menyerah pada sejarah, melainkan aktif menjadi bagian dari proses mengukir sejarah baru Indonesia yang mandiri.

Suasana semakin riuh ketika Kiai Hasan menceritakan kecemasannya menanti kehadiran Prabowo. Sambil bercanda, ia menyebut harus ‘cari muka’ jika sang presiden batal hadir. Beliau lantas menyindir fenomena sosial masa kini, mulai dari orang yang memburu ijazah instan tanpa proses belajar, mencari jabatan tanpa kapasitas, hingga mereka yang sibuk memoles citra demi popularitas semata.

Tidak hanya itu, pimpinan pondok pesantren legendaris ini juga menegaskan peran Gontor sebagai perekat ukhuwah Islamiyah. Gontor menjadi titik temu bagi berbagai latar belakang organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Kiai Hasan bahkan berkelakar mengenai identitas pribadinya yang sering disebut berhaluan Muhammadiyah, namun memiliki menantu dari kalangan NU, sehingga melahirkan istilah guyon baru: ‘Aswabi’ (Aswaja-Wahabi).

Menanggapi pidato hangat tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi satu abad Gontor bagi Indonesia. Beliau mengajak seluruh santri dan santriwati untuk bersiap mengambil estafet kepemimpinan nasional di masa depan. Prabowo berpesan agar generasi muda Gontor terus memegang teguh nilai luhur yang diajarkan para pendiri pondok demi kejayaan umat dan kedaulatan bangsa.

Exit mobile version