Site icon Media KotaKita

Siap Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Kapal Induk Hibah Italia Tiba di Tanjung Priok

Militer Indonesia bersiap mencetak sejarah baru di sektor pertahanan maritim. Kapal induk asal Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, telah resmi bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kapal perang raksasa ini dijadwalkan akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya melalui upacara serah terima resmi pada Kamis, 24 September mendatang.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa prosesi alih status dan pergantian bendera dari Italia ke Indonesia akan disaksikan langsung oleh jajaran pejabat tinggi TNI serta perwakilan negara. Menariknya, kapal berdimensi panjang 180 meter dan lebar 33 meter ini diperoleh Indonesia secara cuma-cuma melalui skema hibah dari Pemerintah Italia setelah proses diplomasi yang berjalan dinamis selama setahun terakhir.

Meskipun status kepemilikannya segera beralih, kapal induk pertama milik Indonesia ini tidak akan langsung diterjunkan ke medan tugas. KRI Sriwijaya dijadwalkan menjalani proses retrofit atau modernisasi menyeluruh. Langkah ini krusial untuk menyesuaikan sistem teknologi kapal dengan iklim tropis Nusantara serta menyelaraskannya dengan doktrin operasi TNI AL.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan agar kapal ini dimodifikasi secara khusus guna mendukung pengoperasian helikopter dan pesawat nirawak (drone). Selain memperkuat pertahanan udara dan laut, kapal induk ini juga disiapkan untuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, seperti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masuk dalam skema Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Perjalanan KRI Sriwijaya menuju Indonesia memakan waktu hampir satu bulan sejak bertolak dari Italia pada 24 Agustus lalu. Setelah melintasi berbagai samudra dan sempat singgah di Sri Lanka, kapal ini memasuki perairan Indonesia melalui jalur ALKI I dengan pengawalan ketat dari dua kapal perang andalan TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Exit mobile version