Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia tidak hanya mengancam ruang hidup manusia, tetapi juga membawa dampak fatal bagi kelangsungan hidup satwa liar. Merespons situasi kritis ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menginstruksikan seluruh jajaran Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di berbagai wilayah untuk memperketat proteksi dan penyelamatan satwa liar di area terdampak.
Saat meninjau Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan, Raja Juli menegaskan bahwa satwa liar merupakan kelompok makhluk hidup yang paling rentan saat karhutla melanda. Berbeda dengan manusia yang memiliki kemampuan mitigasi mandiri, satwa-satwa ini kerap terjebak di tengah kepungan api tanpa bisa mengirimkan sinyal darurat.
“Dampak karhutla ini tidak hanya dirasakan oleh manusia, melainkan juga makhluk hidup lain yang sangat rentan. Mereka tidak bisa meminta tolong atau mengirimkan kode SOS saat terancam bahaya,” ungkap Raja Juli Antoni.
Oleh karena itu, Menhut menginstruksikan agar upaya penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada proses pemadaman api, melainkan juga harus berjalan beriringan dengan misi penyelamatan satwa. Menurutnya, melindungi kekayaan fauna Indonesia yang luar biasa ini adalah tugas krusial yang tidak boleh diabaikan dalam setiap operasi penanganan kebakaran.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Kehutanan juga telah menyiapkan skema penanganan khusus bagi satwa lindung seperti orangutan yang kerap terdesak keluar dari habitatnya akibat kebakaran. Pemerintah menyediakan jalur pelaporan darurat (call center) yang bisa diakses langsung oleh masyarakat.
Raja Juli mengimbau masyarakat yang menemukan orangutan masuk ke area pemukiman atau perkebunan desa untuk tidak melakukan penanganan mandiri atau memberi makanan secara sembarangan. Warga diharapkan segera melapor ke pihak berwenang agar tim BKSDA bersama mitra dapat segera turun tangan melakukan evakuasi secara aman.
Guna memastikan keselamatan satwa yang dievakuasi, pemerintah juga telah menyiagakan berbagai peralatan evakuasi medis darurat serta mengerahkan tim dokter hewan untuk menangani satwa yang mengalami luka, dehidrasi, maupun trauma akibat kebakaran hutan.

