Site icon Media KotaKita

Canda Gurau Prabowo di HUT PAN: Sentil Partai Bokek hingga Bagikan Filosofi ‘Margo Ono’

Presiden Prabowo Subianto sukses mencuri perhatian publik lewat pidato jenaka namun sarat makna dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN). Berpidato di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Prabowo dengan kelakarnya menyentil kebiasaan partai politik yang kerap menggelar acara megah dan gegap gempita, meskipun kondisi finansial internal mereka sedang pas-pasan.

Dengan nada bercanda, Prabowo menyoroti senyum para petinggi PAN yang hadir malam itu. Menurutnya, senyuman lebar tersebut hanyalah kedok untuk menyembunyikan kondisi keuangan yang sebenarnya sedang menipis akibat biaya operasional acara. Ia bahkan sempat meminta Sekretaris Jenderal Partai Gerindra untuk mencatat bagaimana PAN bisa menyelenggarakan acara yang begitu luar biasa mewah.

Filosofi ‘Margo Ono’ Warisan Sang Kakek

Di balik candaan mengenai kondisi keuangan parpol, Prabowo menyelipkan sebuah kisah inspiratif tentang kakeknya, Margono Djojohadikusumo. Lahir dari keluarga yang jatuh miskin setelah kekalahan Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda, Margono diyakini oleh ayahnya sebagai sosok yang akan membawa keluarga keluar dari penderitaan ekonomi.

Nama “Margono” sendiri diambil dari bahasa Jawa, “Margo” dan “Ono”, yang memiliki arti “selalu ada jalan”. Prabowo mengaku prinsip hidup inilah yang selalu ia pegang teguh setiap kali menghadapi jalan buntu atau situasi sulit dalam hidup maupun karier politiknya.

Pesan Optimisme di Tengah Gurauan

Prabowo kemudian mengaitkan filosofi tersebut untuk menenangkan para kader PAN, khususnya Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa. Ia meminta mereka tidak perlu pusing memikirkan utang atau biaya pasca-acara yang megah tersebut.

“Jadi, pemimpin PAN, tenang saja. Kalian tidak perlu melapor kepada saya, saya sudah tahu kalau kalian sedang agak bokek dan ini semua masih utang. Tapi tenang, ingat prinsip Margo Ono. Pasti selalu ada jalan,” ujar Prabowo yang langsung disambut gelak tawa riuh dari seluruh hadirin.

Pidato ini tidak hanya mencairkan suasana politik yang sering kali tegang, tetapi juga memberikan pesan mendalam tentang optimisme dan ketangguhan dalam menghadapi setiap rintangan finansial maupun organisasi.

Exit mobile version