Site icon Media KotaKita

Solusi Kesejahteraan, Pemprov Jateng Gagas Program JTAB Petani Gajian

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan para pahlawan pangan melalui langkah inovatif. Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB), diluncurkan sebuah inisiatif revolusioner bernama Program JTAB Petani Gajian. Langkah strategis ini dirancang untuk meminimalisasi risiko kerugian akibat fluktuasi harga sekaligus menjamin stabilitas pendapatan para petani selama masa tanam.

Skema yang ditawarkan dalam program ini tergolong baru dan sangat berpihak pada petani. PT JTAB bertindak sebagai penyalur modal kerja sekaligus pembeli siaga (off-taker) seluruh hasil panen dengan jaminan harga sesuai standar pemerintah. Selama proses tanam berlangsung, petani akan menerima semacam gaji bulanan setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) per hektare. Setelah panen terjual, hasil pendapatan akan dikurangi biaya modal dan akumulasi gaji yang telah diterima. Menariknya, jika terdapat sisa keuntungan atau surplus penjualan, dana tersebut sepenuhnya akan dikembalikan kepada petani.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan apresiasi tinggi terhadap model bisnis yang diterapkan oleh JTAB. Ia menilai program ini memberikan rasa aman yang nyata bagi sektor pertanian. Dengan potensi lahan pertanian di Jawa Tengah yang mencapai 1,5 juta hektare, ia mendorong agar jangkauan program ini segera diperluas melalui kolaborasi erat dengan Dinas Pertanian dan Peternakan serta pemerintah kabupaten setempat.

Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto, menjelaskan bahwa per September, program ini telah merangkul sekitar 80 petani mandiri maupun penggarap dengan cakupan lahan mencapai 200 hektare. Komoditas yang difokuskan meliputi tanaman pangan vital seperti padi, bawang merah, dan jagung yang tersebar di wilayah Klaten, Sukoharjo, Sragen, hingga Semarang. JTAB menargetkan mampu mengonsolidasikan hingga 1.000 petani dalam waktu dekat.

Untuk memperkuat ekosistem pembiayaan dan perlindungan, JTAB menjalin kemitraan strategis dengan PT BPR BKK, Jamkrida untuk fasilitas kredit, serta asuransi Jasindo sebagai jaring pengaman dari risiko gagal panen. “Kami ingin menghadirkan masa depan pertanian yang lebih menjanjikan sehingga generasi muda kembali tertarik untuk turun ke sawah,” tutur Totok.

Manfaat konkret dari program ini dirasakan langsung oleh Ruswanto, salah seorang petani asal Sukoharjo. Ia mengaku kini tidak perlu lagi pusing memikirkan modal awal untuk pupuk maupun pengolahan tanah, karena seluruh rantai produksi dari hulu ke hilir telah dijamin kepastiannya oleh PT JTAB.

Exit mobile version