Site icon Media KotaKita

Wisata Religi Jateng Mendunia: Borobudur dan Prambanan Resmi Jadi Pusat Spiritual Global

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan potensi wisata religi dengan mendukung pemanfaatan empat candi besar—Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Pawon—sebagai pusat ibadah aktif bagi umat Hindu dan Buddha. Langkah strategis ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepakatan bersama antara pemerintah pusat, Pemprov Jateng, dan Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jakarta.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyambut hangat kolaborasi lintas sektor ini. Pria yang akrab disapa Gus Yasin tersebut menegaskan bahwa mengembalikan fungsi spiritual candi-candi bersejarah ini tidak sekadar memenuhi hak beribadah umat, melainkan juga menciptakan magnet baru bagi pariwisata religi dunia. Menurutnya, pola kunjungan ke candi kini akan bergeser dari sekadar wisata sejarah menjadi perjalanan spiritual yang mendalam, serupa dengan magnet religi yang dimiliki Makkah dan Vatikan.

Gus Yasin optimistis, peningkatan aktivitas keagamaan ini akan memberikan dampak domino yang positif bagi perekonomian lokal. Wisatawan religi cenderung tinggal lebih lama, yang pada gilirannya akan menghidupkan sektor perhotelan serta memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan warisan budaya tersebut.

Senada dengan hal itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa candi bukan sekadar artefak masa lalu, melainkan simbol peradaban yang kaya akan nilai spiritual dan kebudayaan. Sejak kerja sama ini diinisiasi pada 2022, antusiasme umat terus melonjak. Sebagai contoh, upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan pada 2024 sukses menyedot sekitar 10.000 umat. Sementara itu, kegiatan keagamaan Buddha di Borobudur, Mendut, dan Pawon melonjak signifikan dari 24.894 peserta pada 2024 menjadi 33.556 peserta pada 2025, termasuk peziarah mancanegara.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menambahkan bahwa kesepakatan ini mencerminkan tingginya nilai toleransi dan keberagaman di Indonesia. Melalui sinergi ini, candi-candi tersebut diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat spiritualitas global tanpa mengabaikan aspek pelestarian cagar budaya dan keberlanjutan lingkungan.

Exit mobile version