Site icon Media KotaKita

Tekan Karhutla di Kaltim, BNPB Kucurkan 3 Ton Garam Siapkan Hujan Buatan

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperparah oleh musim kekeringan di Kalimantan Timur memicu langkah cepat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Demi meredam kepulan asap dan memadamkan titik-titik api, BNPB menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara masif dengan menyiagakan setidaknya tiga ton garam dapur atau Natrium Klorida (NaCl) sebagai bahan penyemaian awan.

Langkah taktis ini diambil mengingat potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Timur berada pada level sedang hingga tinggi, yakni berkisar antara 50 hingga 70 persen. Adanya potensi atmosfer ini dimanfaatkan secara optimal oleh tim BNPB untuk mengintervensi cuaca dan mendatangkan hujan buatan di titik-titik rawan karhutla.

Tenaga Ahli Kepala BNPB, Marsma TNI Albertus Irianto, mengungkapkan bahwa keberadaan kumpulan awan potensial menjadi celah emas untuk menekan dampak buruk karhutla. Menurutnya, penyemaian garam difokuskan pada sejumlah wilayah krusial, seperti Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kota Samarinda, Balikpapan, Kutai Barat, hingga Kabupaten Penajam Paser Utara.

Langkah Pencegahan dan Tantangan Lahan Gambut

Meskipun teknologi modifikasi cuaca ini memberikan harapan besar, penanganan karhutla di lapangan tetap memerlukan pemantauan ketat terhadap titik panas (hotspot) dan kondisi atmosfer secara terus-menerus. Fenomena kekeringan ekstrem membuat sejumlah lahan gambut di Kalimantan Timur sangat rentan terbakar dan memerlukan penanganan ekstra khusus.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi krisis lingkungan ini. Penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman saat api sudah membesar, melainkan harus mengedepankan aspek deteksi dini, pencegahan, dan kesiapsiagaan personel.

Sebaran kabut asap akibat karhutla ini sebelumnya telah memicu penurunan kualitas udara yang cukup drastis di Kota Samarinda dan sekitarnya. Dengan diluncurkannya tiga ton bahan semai ini, diharapkan intensitas hujan berkategori ringan hingga sedang dapat segera mengguyur area terdampak, sehingga kualitas udara membaik dan ancaman karhutla dapat terkendali sepenuhnya.

Exit mobile version