Site icon Media KotaKita

Tabrakan Kapal Wisata di Selat Padar Komodo, KSOP Ingatkan Bahaya Arus Ekstrem

Peristiwa menegangkan terjadi di kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo. Dua kapal wisata, yakni KM AIMAR dan KM Budi Utama, terlibat tabrakan di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo. Insiden yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial ini dipicu oleh terjangan arus laut yang sangat kuat di wilayah tersebut.

Kecelakaan laut ini bermula ketika KM AIMAR, kapal pinisi wisata berbendera Indonesia seberat 139 GT yang membawa 17 wisatawan dan 9 kru, sedang berlayar menuju Long Beach melewati Selat Padar Kecil. Secara tidak terduga, arus laut yang sangat kencang menyeret kapal lain, KM Budi Utama, hingga meluncur tak terkendali ke arah KM AIMAR. Meskipun nakhoda KM AIMAR telah berupaya mengurangi kecepatan dan memundurkan kapal, benturan keras di bagian haluan tetap tidak dapat dihindari.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Bagian depan KM AIMAR hanya mengalami kerusakan ringan, dan kapal dinyatakan tetap stabil serta layak untuk melanjutkan operasional tanpa adanya pencemaran lingkungan laut.

Menanggapi kejadian ini, pihak KSOP Labuan Bajo kembali memperingatkan seluruh nakhoda dan agen kapal untuk meningkatkan kewaspadaan. Selat Padar dikenal sebagai salah satu jalur perairan yang memiliki karakteristik arus bawah laut yang sangat ekstrem dan berbahaya. Nakhoda diwajibkan selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum memutuskan untuk berlayar.

Sebelumnya, otoritas pelabuhan juga sempat mengeluarkan larangan berlayar sementara ke Pulau Komodo dan Pulau Padar akibat potensi gelombang tinggi mencapai 1,9 meter serta angin kencang. KSOP menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran prosedur keselamatan demi menjamin keamanan para wisatawan yang berkunjung ke destinasi internasional tersebut.

Exit mobile version