Site icon Media KotaKita

Satgas Damai Cartenz Buru KKB Kodap III Ndugama Terkait Pembunuhan Sadis Sopir di Papua

JAYAPURA – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz terus mendalami kasus pembunuhan tragis terhadap seorang sopir jalur Wamena-Mbua berinisial AS (41). Aparat keamanan menduga kuat adanya keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Kodap III Ndugama dalam aksi keji yang terjadi di Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan tersebut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa penyelidikan di lapangan menunjukkan indikasi kuat keterlibatan kelompok pimpinan Ndugama tersebut. Saat ini, aparat tengah mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memverifikasi informasi tersebut secara akurat.

“Kami mendeteksi keberadaan kelompok Kodap III Ndugama di sekitar lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung. Namun, informasi ini masih terus kami dalami dan lakukan verifikasi lebih lanjut,” ujar Yusuf Sutejo dalam keterangan resminya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga membantah keras klaim sepihak dari pihak KKB. Kelompok separatis itu sempat menyebarkan propaganda bahwa korban merupakan anggota intelijen aparat keamanan yang menyamar. Yusuf menegaskan bahwa tuduhan tersebut sepenuhnya hoaks dan hanya digunakan sebagai dalih untuk membenarkan tindakan kekerasan mereka.

“Tuduhan bahwa korban adalah agen intelijen merupakan berita bohong. Korban murni berprofesi sebagai sopir lintas jalur yang telah mendedikasikan pekerjaannya selama kurang lebih 13 tahun untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat setempat,” tegasnya.

Peristiwa tragis ini bermula saat korban mengemudikan kendaraannya membawa bahan kebutuhan pokok serta sembilan orang penumpang dari Ilekma menuju Mbua. Di tengah perjalanan, rombongan diadang oleh kelompok bersenjata. Korban kemudian ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraannya yang telah hangus terbakar di dalam jurang sedalam 13 meter.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti krusial, termasuk satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta tas berisi identitas korban. Satgas Damai Cartenz berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini dan menyeret para pelaku ke meja hijau.

Exit mobile version