Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pandangan kritis terkait dengan stabilitas keamanan dalam negeri. Dalam program wawancara khusus bertajuk Presiden Prabowo Menjawab yang disiarkan melalui kanal YouTube resminya, ia mengungkapkan dugaan kuat adanya campur tangan pihak asing di balik deretan gejolak dan kerusuhan sosial yang pernah melanda Tanah Air.
Menurut Presiden Prabowo, dinamika persaingan geopolitik global kerap mendorong pihak-pihak tertentu untuk melemahkan posisi Indonesia. Sebagai negara yang diproyeksikan bakal menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia, Indonesia dinilai menjadi ancaman strategis bagi beberapa aktor internasional yang enggan melihat kemajuan pesat bangsa ini.
Skenario Perpecahan Bangsa
Kepala Negara menegaskan bahwa sasaran utama dari infiltrasi dan agitasi yang dilancarkan oleh perpanjangan tangan asing adalah menciptakan disintegrasi. Pihak luar tersebut ditengarai enggan melihat Indonesia menjadi negara yang mandiri, berdikari, dan memiliki pengaruh besar di kancah global. “Ujungnya impian mereka adalah Indonesia pecah,” tegas Prabowo.
Ia juga mengingatkan bahwa panggung geopolitik internasional merupakan arena persaingan berdarah dingin yang amat keras. Prabowo mengutip prinsip diplomasi klasik untuk menggambarkan realitas tersebut, di mana tidak ada kawan atau lawan abadi, melainkan hanya kepentingan abadi yang mengendalikan kebijakan tiap negara.
Kehati-hatian Berbasis Bukti Konkret
Kendati memiliki keyakinan kuat mengenai pola-pola intervensi luar ini, Prabowo menekankan pentingnya asas kehati-hatian. Pemerintah tetap memegang teguh prinsip hukum di mana setiap investigasi dan penindakan wajib dilandaskan pada bukti-bukti faktual yang sah.
Pernyataan ini menjadi peringatan penting bagi seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh agenda yang dapat memecah belah persatuan. Kesadaran kolektif serta ketahanan nasional menjadi benteng utama Indonesia dalam menghadapi tantangan geopolitik global di masa depan.

