Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil langkah progresif dalam memperkuat sistem mitigasi bencana nasional. Guna mengatasi ancaman tahunan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menyelimuti berbagai wilayah tanah air, Presiden berkomitmen untuk memperkuat armada udara dengan menambah hingga ratusan unit helikopter khusus pemadam kebakaran.
Dalam keterangannya baru-baru ini, Prabowo menegaskan bahwa kebutuhan armada udara untuk metode penyiraman air dari udara atau water bombing sangatlah mendesak. Tidak hanya helikopter, pemerintah juga dikabarkan telah memesan sejumlah pesawat berukuran besar yang dirancang khusus untuk memadamkan kobaran api dari langit secara efektif dan efisien.
Langkah taktis ini merupakan bagian dari visi besar Prabowo untuk meningkatkan kapasitas lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas penanggulangan bencana di Indonesia. Mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di jalur cincin api pasifik atau Ring of Fire, mitigasi bencana menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Wilayah Nusantara yang aktif secara seismik dan vulkanik menuntut kesiapan institusi yang kokoh dan responsif.
Menariknya, Prabowo juga menyoroti keunikan Indonesia. Di balik tingginya risiko bencana alam, bumi pertiwi dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa melimpah. Mulai dari cadangan emas hingga logam tanah jarang (rare earth) yang kini menjadi rebutan global, semuanya terkandung di dalam tanah Indonesia. Kuncinya, menurut Presiden, terletak pada bagaimana tata kelola negara dijalankan dengan efisien dan profesional.
Untuk mendanai penguatan mitigasi bencana tanpa membebani kas negara secara berlebih, Prabowo langsung mengambil langkah pemangkasan anggaran yang dinilai tidak produktif. Salah satu kebijakan tegas yang diterapkannya adalah mencoret anggaran perayaan hari ulang tahun di setiap kementerian. Kebijakan efisiensi ini diharapkan mampu mengalihkan dana seremonial ke program-program krusial yang berdampak langsung pada keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan.

