Site icon Media KotaKita

Kebakaran TPS Liar Alam Sutera: Mobil Damkar Sempat Tertahan di Pintu Tol Tangerang-Merak karena E-Toll

Sebuah kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di kawasan Alam Sutera, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pada Kamis dini hari. Lokasi kebakaran yang berada sangat dekat dengan jalur Tol Jakarta-Merak memicu kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi, mengancam keselamatan para pengguna jalan bebas hambatan tersebut.

Namun, upaya pemadaman yang krusial ini sempat diwarnai ketegangan dan drama birokrasi. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dilaporkan mengalami kendala serius setelah dua unit mobil tangki penyuplai air dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) tertahan di gerbang tol. Alasan penahanan tersebut cukup mencengangkan: armada darurat ini dilarang melintas hanya karena petugas tidak membawa kartu e-toll.

Roni Kris, Komandan Regu Pos Pinang, menyayangkan sikap kaku dari pihak pengelola tol di tengah kondisi darurat. Menurutnya, akses darat menuju titik api sangat sempit dan hanya bisa dilalui jalan setapak. Oleh karena itu, melewati jalur tol adalah satu-satunya solusi logis agar mobil tangki berukuran besar bisa mendekati pusat kebakaran dengan cepat.

“Kami sangat membutuhkan suplai air cepat, tetapi armada bantuan justru tidak diperbolehkan masuk pintu tol karena kendala e-toll. Padahal, situasi saat itu sangat darurat dan asap tebal berisiko mengganggu jarak pandang pengendara di jalan tol,” ujar Roni dengan nada kecewa.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kebakaran lahan seluas 500 meter persegi ini diduga kuat akibat kelalaian manusia. Berdasarkan laporan warga sekitar, ada aktivitas pembakaran sampah di area TPS liar tersebut yang kemudian lepas kendali dan merembet dengan cepat akibat tiupan angin malam.

Untuk mengatasi kobaran api, sebanyak enam unit mobil pemadam dan puluhan personel dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman memakan waktu hingga lebih dari dua setengah jam sebelum situasi dinyatakan kondusif. Pasca-insiden ini, petugas mengimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembakaran sampah sembarangan dan meminta pengelola tol untuk lebih fleksibel memberikan akses bagi kendaraan darurat demi keselamatan bersama.

Exit mobile version