MAKASSAR — Langkah progresif terus ditunjukkan oleh Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) dalam mentransformasi kualitas pendidikan dan riset penegakan hukum di Indonesia. Baru-baru ini, delegasi FH Unhas melakukan pertemuan strategis dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Regional Office for Southeast Asia and the Pacific di Bangkok, Thailand, guna menjajaki kemitraan global.
Kerja sama ini dirancang untuk menjembatani dunia akademis dengan tantangan nyata yang dihadapi oleh para penegak hukum. Dekan FH Unhas, Prof. Hamzah Halim, menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak sekadar seremonial, melainkan difokuskan pada pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penelitian yang berdampak langsung pada penguatan sistem peradilan pidana.
Ruang Kolaborasi Strategis dan Pengembangan Akademik
Dalam forum internasional tersebut, FH Unhas menyodorkan berbagai skema kemitraan konkret. Beberapa program unggulan yang ditawarkan mencakup magang mahasiswa berskala internasional, pelatihan profesional berbasis standar global, riset kolaboratif, hingga penyelenggaraan seminar bertaraf internasional. Selain itu, para pakar dan pejabat UNODC juga diundang untuk menjadi dosen tamu serta pelatih di kampus Unhas.
Tidak hanya itu, FH Unhas turut memamerkan dua keunggulan utamanya di bidang riset, yakni Research Center for Prosecution yang telah eksis selama lebih dari satu dekade, serta lembaga terbarunya, Research Center for Police Forces. Kehadiran pusat studi riset kepolisian dan kejaksaan ini dinilai menjadi pilar penting yang siap mendukung kajian mendalam terkait isu-isu peradilan pidana serta kepolisian di kawasan regional.
Menjawab Tantangan Kejahatan Transnasional
Langkah FH Unhas menggandeng UNODC sangat relevan mengingat mandat lembaga PBB tersebut dalam memberantas narkotika, kejahatan terorganisasi transnasional, terorisme, dan korupsi. Melalui sinergi ini, kapasitas akademisi dan calon penegak hukum lulusan Unhas diharapkan mampu menjawab kompleksitas kejahatan modern dengan pendekatan ilmiah yang solutif.
Sebagai langkah konkret berikutnya, pihak FH Unhas telah menyampaikan undangan resmi kepada tim UNODC Bangkok untuk berkunjung ke Makassar. Kunjungan balasan tersebut nantinya akan mematangkan peta jalan (roadmap) kerja sama prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, serta lembaga penegak hukum di Indonesia.

