Hampir dua minggu telah berlalu sejak insiden hilangnya kapal cepat KM Arupadatu I di Selat Sunda, namun semangat pencarian dan harapan untuk delapan individu yang berada di dalamnya tak pernah padam. Di tengah gempuran gelombang dan luasnya samudra, keluarga korban, dibersamai warga lokal di Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, tak henti menggelar doa bersama, memohon keselamatan bagi para jurnalis dan kru kapal yang hilang.
Suasana haru dan penuh harap menyelimuti Posko Utama SAR Gabungan. Puluhan jamaah Majelis Ta’lim dari tiga kecamatan terdekat – Carita, Jiput, dan Pulosari – bersatu dalam munajat doa yang khusyuk. Sebelumnya, malam-malam doa Istighosah juga telah bergema dari halaman penginapan di wilayah Marina Carita, diikuti oleh perwakilan Kantor SAR Banten, Ditpolairud Polda Banten, Lanal Banten, serta sejumlah petugas Tim SAR Gabungan. Inisiatif doa bersama ini menjadi manifestasi kepedulian mendalam dan ikhtiar batin masyarakat untuk menopang kekuatan keluarga yang menanti kabar.
Sandi Wiyasa, Kepala Desa Sukajadi Kecamatan Carita, turut merasakan duka yang tak terkira. Sebagai pemilik armada KM Arupadatu I, dirinya memiliki ikatan personal yang kuat, mengingat dua dari delapan korban yang hilang merupakan anak buah kapalnya. “Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian bersama dari masyarakat yang berharap para penumpang kapal dapat segera ditemukan,” ujarnya dengan nada prihatin, menekankan solidaritas di tengah musibah ini.
Sementara dukungan spiritual terus mengalir, operasi pencarian fisik oleh Basarnas kian intensif dan luas. Memasuki hari ke-10, daya jangkau penyisiran diperluas secara drastis, mencakup area seluas 8.509 nautical mile (NM) persegi, peningkatan signifikan dari 3.439 NM persegi di hari sebelumnya. Dari total sepuluh sektor pencarian, fokus terluas diarahkan pada Sektor C yang membentang 3.380 NM persegi. Di sektor krusial ini, KRI Leuser dan KRI Dewa Kembar diterjunkan, menyisir hingga perairan terbuka Samudra Hindia di sebelah barat Teluk Belimbing, menuju selatan Pulau Enggano, Bengkulu. Pengerahan aset militer ini menunjukkan keseriusan dan skala besar upaya SAR.
Delapan individu yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis pemberani: M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA Biro Banten), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Mereka ditemani oleh tiga awak kapal: Warta (nakhoda), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu). Seluruh rombongan dilaporkan hilang saat dalam perjalanan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, berangkat dari Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) siang.
Kisah pencarian ini adalah potret nyata keteguhan harapan dan solidaritas, di mana upaya SAR modern berpadu dengan kekuatan doa dari masyarakat. Setiap hari yang berlalu adalah ujian kesabaran, namun tekad untuk menemukan mereka yang hilang tetap membara, diiringi harapan akan keajaiban di tengah luasnya lautan.

