Aksi kekerasan kembali mengguncang wilayah Papua Pegunungan. Kelompok bersenjata yang terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan melakukan tindakan brutal dengan menghadang, membakar kendaraan, serta menewaskan seorang pengemudi angkutan logistik di perbatasan jalur Wamena menuju Mbua.
Korban teridentifikasi bernama Aris Sanda, atau yang akrab disapa Bapak Tasya, seorang warga perantau asal Toraja. Korban sehari-hari berprofesi sebagai ‘sopir lajuran’, sebutan lokal bagi pengemudi armada transportasi vital yang bertaruh nyawa mendistribusikan bahan pokok serta mengangkut warga lokal menembus medan terjal antarkota di pedalaman Papua.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengonfirmasi peristiwa tragis tersebut. Berdasarkan laporan resmi, insiden penyergapan terjadi sekitar pukul 06.00 WIT di area persimpangan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya.
Berdasarkan kronologi awal, rombongan kendaraan yang membawa pasokan logistik dihentikan secara paksa oleh kelompok bersenjata dari OPM KODAP III Ndugama. Para pelaku lantas melakukan pemeriksaan ketat terhadap seluruh pengemudi dan penumpang. Setelah pemeriksaan, para penumpang sipil diperintahkan berjalan balik menuju Wamena, sedangkan Aris Sanda diculik dan dibawa ke arah kawasan Danau Habema.
Menerima laporan darurat tersebut, Tim Koops TNI Habema segera mengerahkan personel untuk menyisir dan melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Dalam operasi penyisiran tersebut, aparat menemukan satu unit mobil logistik dalam kondisi hangus terbakar bersama jenazah korban di dalamnya.
Saat ini, proses evakuasi jenazah korban tengah dijalankan sesuai dengan prosedur keselamatan ketat mengingat dinamika keamanan di lapangan. Pihak TNI bersama aparat penegak hukum juga terus menggali keterangan para saksi serta melakukan pengejaran intensif terhadap kelompok KKB yang bertanggung jawab atas aksi teror tersebut.
Pihak militer menyampaikan duka mendalam dan mengecam keras tindakan barbar ini. Pekerja sektor transportasi logistik merupakan ujung tombak penyambung hidup masyarakat pedalaman Papua yang seharusnya dilindungi, bukan justru menjadi sasaran aksi kekerasan bersenjata.

