Site icon Media KotaKita

Pikat Investor Dubai, Jawa Tengah Bersiap Bangun Kilang Minyak Rp5 Triliun di Jepara

Jawa Tengah kembali membuktikan daya tarik investasinya di kancah internasional. Kali ini, investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), melirik potensi besar di Kabupaten Jepara untuk membangun proyek kilang minyak mini (mini refinery). Proyek strategis ini diperkirakan menelan nilai investasi fantastis mencapai Rp5 triliun atau setara dengan USD 200 juta.

Rencana kerja sama ini dikonfirmasi langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, setelah melakukan pertemuan penting dengan calon investor di Jakarta. Kehadiran kilang minyak mini ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi regional dan mengoptimalkan pengolahan minyak mentah di wilayah Jawa Tengah. Realisasi megaproyek ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir tahun 2026 setelah seluruh kesepakatan resmi ditandatangani.

Perwakilan investor dari Dubai, Talal Ourfali, mengungkapkan bahwa keputusan untuk berinvestasi di Jepara didasari oleh prospek pasar Indonesia yang sangat menjanjikan. Menurutnya, Indonesia masih kekurangan fasilitas pengolahan minyak mentah skala mini. Kilang baru ini dirancang memiliki kapasitas awal sebesar 10.000 barel per hari, dengan target peningkatan kapasitas hingga mencapai 30.000 barel per hari.

Masuknya modal dari Timur Tengah ini menambah catatan manis kemitraan ekonomi Jawa Tengah. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir saja, UEA tercatat telah menanamkan modal hingga Rp13 triliun di provinsi ini. Hal ini membuktikan bahwa iklim investasi di Jawa Tengah tetap stabil dan menjanjikan di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Selain membahas investasi sektor energi dengan Dubai, Pemprov Jateng juga memperkuat hubungan diplomasi dengan Polandia. Melalui pertemuan dengan Konsul Kehormatan RI di Gdańsk, Mirosław Wawrowski, dibahas pula rencana promosi budaya lewat proyek “Little Indonesia” di Dolina Charlotty, Polandia. Setelah sebelumnya sukses membangun kompleks budaya Bali, kawasan wisata populer di Polandia tersebut kini bersiap menghadirkan kompleks kebudayaan Jawa guna mendongkrak pariwisata tanah air di Eropa.

Exit mobile version