JAKARTA — Momen bersejarah bagi penataan dan integrasi moda transportasi publik di wilayah ibu kota akhirnya terwujud. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara langsung menghadiri sekaligus meresmikan pengoperasian moda transportasi massal Light Rail Transit (LRT) Jakarta untuk koridor lanjutan yang menghubungkan kawasan Kelapa Gading hingga Manggarai.
Berdasarkan pemantauan di lokasi acara, Kepala Negara tiba di area peresmian sekira pukul 13.00 WIB dengan mengendarai kendaraan taktis produksi dalam negeri, Maung. Tampil elegan menggenakan kemeja berwarna khaki yang dipadukan dengan topi biru dongker, kedatangan Presiden Prabowo disambut hangat oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Sebelum prosesi peresmian dimulai, kedua pimpinan tersebut sempat meninjau kesiapan sarana dan prasarana stasiun serta menjajal kenyamanan armada LRT modern ini.
Peluncuran rute LRT Jakarta koridor Kelapa Gading-Manggarai ini sebenarnya sempat mengalami penyesuaian dari jadwal semula yang direncanakan pada akhir Agustus lalu. Langkah penundaan tersebut diambil secara matang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta guna melakukan evaluasi komprehensif terhadap seluruh aspek operasional, terkhusus dalam menghadirkan keterjangkauan dan inklusivitas pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat pengguna jasa.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengungkapkan bahwa penyesuaian jadwal merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menyempurnakan fasilitas keselamatan dan kenyamanan. Pemprov DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) terus berkolaborasi memastikan seluruh tahapan pengembangan jaringan rel perkotaan ini berjalan sesuai dengan standar kualitas tertinggi.
Kehadiran rute baru Kelapa Gading-Manggarai ini digadang-gadang menjadi angin segar bagi mobilitas warga Jakarta. Selain memangkas durasi perjalanan antarwilayah strategis secara signifikan, beroperasinya LRT Jakarta koridor ini diharapkan mampu mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum massal yang ramah lingkungan, sekaligus mengurangi beban kemacetan kronis yang kerap melanda kawasan ibu kota.

