Site icon Media KotaKita

Cuaca Buruk Hambat Evakuasi KM Virgo Transport 8, Basarnas Siapkan Skenario Darurat

Badan SAR Nasional (Basarnas) terus memutar otak demi mengatasi kendala cuaca buruk dalam misi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Memasuki hari ketiga operasi penyelamatan, tingginya gelombang dan kuatnya arus bawah laut memaksa tim SAR menyiapkan sejumlah skenario alternatif demi mengevakuasi 129 penumpang yang masih dinyatakan hilang.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa fokus utama tim sebenarnya adalah melakukan penyisiran di bawah laut. Namun, faktor keselamatan kru penyelam menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Skenario penyelaman bawah air terpaksa ditunda hingga kondisi alam di sekitar bangkai kapal dinilai cukup aman untuk operasional manusia dan peralatan medis.

Dalam operasi ini, Basarnas didukung oleh armada canggih TNI AL, KRI Canopus. Kapal ini dilengkapi teknologi mutakhir seperti remotely operated vehicle (ROV) serta pencitraan bawah air multibeam echosounder. Meski alat ini mampu menjangkau kedalaman hingga lebih dari 150 meter, jarak pandang yang sangat terbatas akibat cuaca ekstrem membuat penggunaannya belum bisa berjalan maksimal di laut lepas.

Jika cuaca buruk terus bertahan dan menghalangi penyelaman langsung, Basarnas telah menyiapkan rencana cadangan berupa tindakan terhadap fisik bangkai kapal. Skenario ini melibatkan proses salvage, termasuk opsi membalikkan posisi kapal atau menariknya ke wilayah yang lebih aman guna membuka akses evakuasi bagi korban yang diduga masih terjebak di dalam lambung kapal.

Hingga kini, dari total 243 orang yang berada di dalam kapal tersebut, baru 114 korban yang berhasil dievakuasi ke Banjarmasin. Rinciannya, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sementara 6 lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dengan demikian, tim SAR masih berpacu dengan waktu untuk menemukan sisa 129 korban yang belum diketahui nasibnya sejak kapal dilaporkan hilang kontak pada Minggu dini hari di perairan Masalembo.

Exit mobile version