Banjarbaru — Langkah cepat dan siaga penuh terus ditunjukkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Selatan. Dalam upaya meminimalisir risiko ancaman asap yang berpotensi mengganggu aktivitas transportasi penerbangan, Satgas Udara menyiagakan tiga unit helikopter operasional. Armada ini difokuskan untuk mengamankan kawasan vital, khususnya area Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru.
Penyiagaan armada udara ini menjadi opsi krusial mengingat bahaya karhutla kerap meningkat pesat saat memasuki periode kering. Kepala Subbid Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ariansyah, mengungkapkan bahwa total ada empat helikopter pendukung yang disiapkan. Kendati demikian, satu unit di antaranya wajib menjalani pemeliharaan berkala (routine maintenance) sesuai dengan akumulasi jam terbang demi menjaga standar keselamatan operasional.
Dari tiga helikopter yang siap tempur, pembagian tugas dilakukan secara terukur dan efisien. Dua unit dikonsentrasikan penuh untuk penyiraman air (water bombing) serta patroli rutin di perimeter utama bandara. Sementara itu, satu unit helikopter lagi disiapkan sebagai armada bantuan cepat untuk memadamkan titik api di wilayah Kalimantan Selatan yang sulit diakses atau tidak terjangkau oleh tim Satgas Darat.
Selain penyiagaan helikopter, strategi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga tetap masuk dalam radar penanganan. Meski laporan BMKG setiap pagi belum mencatat adanya potensi pertumbuhan awan hujan signifikan di wilayah Kalsel, seluruh bahan pendukung dan pesawat OMC sudah diposisikan siap siaga di pangkalan Bandara Syamsudin Noor. Kesiapsiagaan ini memastikan proses penyemaian awan bisa langsung dieksekusi begitu BMKG mendeteksi munculnya potensi awan hujan di atmosfer.
Melalui respons terintegrasi antara pemantauan cuaca ketat dan kesiapan armada pemadam udara, Satgas Karhutla Kalsel optimistis dapat menekan munculnya titik panas (hotspot). Upaya preventif dan represif ini diharapkan mampu menjaga kualitas udara serta menjamin kelancaran aktivitas penerbangan di wilayah Kalimantan Selatan.

