Site icon Media KotaKita

Solusi Fleksibel Mendikdasmen: Siswa SMK Tetap Belajar Asinkron Saat Jalani PKL

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak boleh menjadi penghalang bagi kelangsungan proses belajar-mengajar akademis. Menurutnya, pengalaman langsung di dunia usaha dan industri justru harus berjalan beriringan dengan penguatan teori sekolah.

Untuk menyiasati kendala waktu dan jarak selama PKL, Abdul Mu’ti menyarankan penerapan metode pembelajaran asinkron. Pendekatan ini dinilai sangat fleksibel karena memungkinkan para siswa mengakses materi, modul video, hingga menyelesaikan tugas secara mandiri tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan guru di kelas pada jam yang kaku.

“Pembelajaran tidak boleh terhenti begitu saja saat anak-anak kita melaksanakan PKL. Dunia kerja memang memberikan keterampilan praktis, namun kemampuan dasar akademik seperti literasi dan numerasi juga wajib tetap diasah,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan resminya.

Mendikdasmen menekankan bahwa kemampuan literasi sangat krusial dalam dunia kerja nyata, seperti saat membaca manual instruksi kerja atau menyusun laporan teknis. Sementara itu, kemampuan numerasi sangat dibutuhkan dalam menghitung estimasi biaya, mengukur bahan, hingga menganalisis grafik efisiensi kerja.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMK terbaru, rata-rata nilai matematika siswa SMK berada di angka 34,84, disusul Bahasa Inggris sebesar 22,69, dan Bahasa Indonesia sebesar 53,68. Angka-angka ini menjadi sinyal kuat bahwa penguatan kompetensi akademik dasar masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Meskipun menuntut konsistensi, fleksibilitas tetap menjadi kunci utama. Guru dapat memanfaatkan platform digital untuk membagikan modul ringkas, kuis interaktif, hingga jurnal refleksi harian. Dengan sinergi yang kuat antara teori akademis dan praktik lapangan, pemerintah berharap lulusan SMK tidak hanya siap kerja secara teknis, tetapi juga memiliki bekal berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah yang solid untuk bersaing di era modern.

Exit mobile version