BANDUNG — Bencana kebakaran lahan kembali melanda wilayah Kota Bandung. Sebuah area tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang terletak di kawasan lereng Cidadap hangus terbakar sejak Senin malam. Kebakaran hebat yang meluas hingga lebih dari dua hektare ini memicu gumpalan asap pekat yang mengancam kesehatan masyarakat sekitar serta merusak kualitas udara pemukiman warga.
Imbas dari paparan gumpalan asap tebal tersebut, sebanyak 11 warga dilaporkan mengalami gangguan pernapasan. Bahkan, empat di antaranya yang merupakan lanjut usia (lansia) harus segera dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Cidadap akibat terindikasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Asap tidak hanya merambah kawasan pemukiman, tetapi juga mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMPN 52 Bandung hingga menyelimuti Rumah Sakit Salamun yang berjarak hanya sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
Camat Cidadap, Maulana, mengonfirmasi bahwa medan lereng yang curam dan kondisi tanah yang labil menjadi kendala utama bagi tim pemadam kebakaran di lapangan. Angin kencang yang berembus di area perbukitan kian mempercepat penyebaran titik api, membuat penanganan berlangsung sulit meski telah memakan waktu belasan jam.
Petugas dilaporkan telah menggelontorkan lebih dari 40.000 liter air untuk memadamkan amukan si jago merah. Meski demikian, potensi bahaya lanjutan seperti ancaman tanah longsor dan kemunculan bau gas metan dari timbunan sampah yang terbakar masih terus diwaspadai oleh tim gabungan di lapangan.
Guna mengantisipasi dampak negatif yang kian meluas, pihak Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cidadap bergerak cepat mendirikan posko tanggap darurat dan posko kesehatan. Selain itu, pihak sekolah di sekitar area kejadian diimbau untuk mewajibkan penggunaan masker bagi seluruh siswa dan tenaga pengajar selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Peristiwa kebakaran di TPS Cidadap ini tercatat bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan catatan historis, lokasi ini sudah beberapa kali terbakar akibat tumpukan sampah yang memicu gas alami ditambah hembusan angin. Pihak berwenang bersama kepolisian kini masih mendalami penyebab pasti munculnya api, apakah dipicu oleh faktor kelalaian manusia seperti pembuangan puntung rokok sembarangan atau faktor kesengajaan lainnya.

