Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga pintu masuk dan keluar wilayah kepabeanan Indonesia. Dalam kurun waktu singkat, petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan emas ilegal seberat 29 kilogram (kg) dengan taksiran nilai mencapai Rp73,3 miliar. Operasi penindakan intensif ini dilancarkan di empat bandara internasional utama di Indonesia sepanjang periode September.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengonfirmasi keberhasilan penertiban ini. Keberhasilan ini tidak hanya menyelamatkan komoditas berharga, tetapi juga berhasil mengamankan potensi kerugian penerimaan negara yang diproyeksikan mencapai Rp8,5 miliar. Adapun aksi penggagalan ini berlangsung di Bandara Kualanamu (Deli Serdang), Soekarno-Hatta (Tangerang), I Gusti Ngurah Rai (Bali), dan Sam Ratulangi (Manado).
Para pelaku yang sebagian besar merupakan warga negara asing (WNA) menggunakan berbagai modus kreatif untuk mengelabui petugas. Mulai dari menyembunyikan emas di dalam perangkat elektronik, membawa logam mulia dalam bagasi pribadi tanpa dokumen, hingga metode ekstrem body strapping atau menempelkan emas langsung ke tubuh pelaku.
Di Bandara Kualanamu, petugas mencurigai seorang penumpang WN India berinisial NU tujuan Bangkok. Melalui pemindaian X-ray pada barang elektronik bawaannya, petugas menemukan empat keping emas seberat 1.522 gram senilai Rp3,95 miliar. Sementara itu, di Bandara Soekarno-Hatta, taktik berulang dari dua WN Tiongkok berinisial MZ dan SL berhasil diendus. Mereka membawa 10 keping emas batangan seberat total 10 kilogram yang dibungkus lakban hitam di dalam ransel dan koper kabin tujuan Hong Kong.
Kejadian serupa juga terungkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Petugas mengamankan seorang WN Tiongkok berinisial ZG yang menyembunyikan 14 keping emas batangan seberat 10,4 kilogram menggunakan metode body strapping. Terakhir, di Bandara Sam Ratulangi, petugas mengamankan lima WN Tiongkok yang berupaya menyelundupkan serbuk emas seberat 5,7 kilogram dan perhiasan emas tanpa dokumen sah.
Djaka Budhi Utama menegaskan pihaknya akan terus memperkuat analisis intelijen dan pengawasan berbasis risiko di seluruh bandara internasional demi menutup celah penyelundupan lintas negara. Kasus-kasus ini kini tengah diproses lebih lanjut bersama aparat penegak hukum terkait untuk membongkar jaringan yang lebih luas.

