Site icon Media KotaKita

Anak Sulit Membaca? Kenali Tanda Disleksia dan Cara Tepat Menanganinya

Membaca adalah fondasi penting dalam proses tumbuh kembang dan belajar anak. Namun, bagi sebagian anak, aktivitas ini bisa menjadi tantangan yang sangat berat akibat disleksia. Gangguan belajar spesifik ini sering kali baru terlihat jelas saat anak mulai memasuki bangku sekolah dasar (SD). Oleh karena itu, kepekaan orang tua dan guru dalam mengenali gejalanya sangat krusial agar anak mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gejala disleksia biasanya mulai kentara pada anak kelas 1 hingga 3 SD. Dokter spesialis anak subspesialis tumbuh kembang, dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp. T.K.P.S.(K), menjelaskan bahwa anak dengan disleksia umumnya kesulitan menghubungkan huruf dengan bunyinya serta mengeja kata dasar. Mereka juga cenderung membaca dengan sangat lambat dan cepat merasa lelah, pusing, atau mengantuk saat dihadapkan pada buku bacaan.

Memasuki kelas 4 hingga 6 SD, hambatan ini bisa memengaruhi nilai akademik mereka secara signifikan, meski sebenarnya mereka memahami materi pelajaran. Uniknya, anak dengan disleksia sering kali memiliki kemampuan pemahaman lisan yang sangat baik. “Ketika soal ujian dibacakan secara lisan, hasil belajar mereka jauh lebih bagus dibandingkan saat mereka harus mengerjakan tes tertulis secara mandiri,” ungkap dr. Farid.

Kendati demikian, dr. Farid mengingatkan para orang tua untuk tidak terburu-buru melabeli anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) mengalami gangguan belajar ini. Pada usia dini, hambatan membaca masih bisa diatasi dengan stimulasi intensif, pengenalan huruf secara terstruktur, dan metode pembelajaran yang berulang.

Kecurigaan medis baru patut ditingkatkan jika kesulitan belajar tersebut menetap selama minimal enam bulan berturut-turut. Beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai antara lain riwayat keluarga dengan gangguan belajar, keterlambatan bicara (speech delay), ADHD, hingga riwayat lahir prematur dengan berat badan sangat rendah.

Jika tanda-tanda disleksia mulai terlihat konsisten pada anak, langkah terbaik yang harus diambil orang tua adalah segera berkolaborasi dengan guru di sekolah. Selain itu, lakukan konsultasi dengan tenaga profesional atau dokter tumbuh kembang anak untuk mendapatkan asesmen mendalam serta terapi intervensi yang sesuai dengan kebutuhan sang buah hati.

Exit mobile version