Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, menyusul tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Akibat musibah ini, dua jembatan vital yang menjadi penghubung utama antarkecamatan di wilayah Blangkejeren-Dabun Gelang dilaporkan terputus total. Kejadian ini mengakibatkan aktivitas perekonomian dan sosial masyarakat setempat lumpuh seketika.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), wilayah terdampak paling parah berada di Desa Badak dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Salah satu infrastruktur yang mengalami kerusakan berat adalah Jembatan Badak Uken. Akses jalan menuju desa tersebut bahkan terendam banjir dengan ketinggian mencapai 100 sentimeter, sehingga tidak mungkin dilalui kendaraan roda empat.
Kepala BPBA, Bahron Bakti, menjelaskan bahwa saat ini jembatan tersebut hanya bisa dilintasi oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda motor dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Tetumpun, Kecamatan Putri Betung. Timbunan material longsor sempat menutup total jalur lintas Blangkejeren-Kutacane, yang merupakan urat nadi transportasi logistik daerah.
Guna mengatasi situasi darurat ini, pemerintah daerah bergerak cepat. BPBA telah berkoordinasi erat dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mengerahkan alat-alat berat ke lokasi bencana. Fokus utama petugas saat ini adalah membersihkan material longsoran dan mengupayakan perbaikan darurat agar akses transportasi dapat segera pulih.
Dampak dari terputusnya jembatan ini sangat dirasakan oleh warga sekitar. Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses cepat menuju rumah sakit umum dan pusat perkantoran daerah. Sebagian warga yang rumahnya terendam banjir juga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Masyarakat kini sangat berharap ada solusi cepat dari pemerintah agar roda aktivitas harian mereka tidak terhenti terlalu lama.

