Site icon Media KotaKita

Update Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda: Polisi Pastikan Temuan Terpal dan Galon Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Kasus hilangnya rombongan jurnalis dan awak kapal KM Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda hingga kini masih dalam penyelidikan intensif. Terbaru, Kepolisian Daerah (Polda) Banten memberikan klarifikasi resmi terkait penemuan sejumlah barang oleh tim SAR gabungan pada hari keenam pencarian. Polisi memastikan bahwa objek berupa terpal dan galon yang ditemukan di tengah laut tersebut bukan milik kapal yang ditumpangi para korban.

Klarifikasi ini diperoleh setelah jajaran Ditpolairud Polda Banten melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pemilik kapal serta dua nakhoda pengganti di Polsek Carita. Langkah pencocokan data fisik kapal dilakukan guna menghindari simpang siur informasi di tengah masyarakat.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan spesifikasi yang sangat mencolok antara barang temuan tim SAR dengan fasilitas asli yang ada pada KM Arupadhatu 1.

“Terpal yang ditemukan di laut berukuran panjang sekitar 12 meter dan lebar 3,5 meter, serta mengeluarkan aroma amis ikan yang menyengat. Sementara itu, KM Arupadhatu 1 sendiri berukuran jauh lebih kecil dengan panjang 7,52 meter, dan pelindung atap penumpangnya menggunakan bahan plastik ORCHID berwarna biru,” ujar Maruli dalam keterangannya.

Perbedaan mencolok juga ditemukan pada barang bukti galon air mineral. Galon plastik yang ditemukan bermerek Aqua, sedangkan berdasarkan kesaksian kru, KM Arupadhatu 1 biasanya hanya menyediakan air mineral kemasan 15 liter bermerek Le Minerale untuk konsumsi selama berlayar.

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencocokan terhadap temuan barang lain, seperti pelampung (life jacket) dan jeriken bensin. Kepolisian mengimbau publik untuk tidak berspekulasi berlebihan dan mempercayakan proses investigasi serta pencarian sepenuhnya kepada otoritas resmi.

Sebagai informasi, KM Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang. Kapal cepat tersebut mengangkut lima jurnalis foto dari berbagai media nasional serta tiga awak kapal yang berniat meliput aktivitas vulkanik di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Exit mobile version