Sebuah tragedi memilukan mengguncang warga Jalan Simorejo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, pada Minggu sore. Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal dan merenggut nyawa dua bocah kakak beradik yang terjebak di dalam kamar yang terkunci dari luar.
Kedua korban meninggal diidentifikasi bernama Kaffa Bihi Abdillah (7) dan adiknya, Khotibul Umam (5). Saat musibah terjadi, kedua orang tua korban dilaporkan sedang pergi untuk bertakziah. Agar anak-anak tidak berkeliaran, pintu kamar sengaja dikunci dari luar dengan menggunakan rantai yang dikaitkan ke tembok.
Menurut kesaksian warga sekitar, kepulan asap tebal pertama kali terlihat membubung dari bagian atap rumah sekitar pukul 15.30 WIB. Menyadari adanya bahaya, warga langsung panik dan berteriak meminta pertolongan. Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu mencoba memadamkan api sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya merespons cepat laporan yang masuk pada pukul 15.38 WIB. Sebanyak sembilan unit armada pemadam dan tim penyelamat dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas tiba hanya dalam waktu enam menit setelah laporan diterima.
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa saat petugas tiba di lokasi, api utama sebenarnya sudah mulai padam. Namun, suhu di dalam ruangan masih sangat panas, sehingga petugas langsung melakukan proses pembasahan untuk mengantisipasi sisa bara api.
Ketika petugas berhasil masuk dan memeriksa bagian dalam rumah, mereka menemukan kedua korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar. Rantai yang mengunci pintu dari luar membuat kedua bocah malang tersebut tidak memiliki jalan untuk menyelamatkan diri dari kepungan asap dan api.
Berdasarkan penyelidikan awal, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada kipas angin atau exhaust fan di dalam kamar. Percikan api kemudian menyambar kasur dan dengan cepat merambat ke seluruh ruangan, menciptakan situasi fatal dalam waktu singkat.
Evakuasi jenazah kedua korban diwarnai histeria dari warga setempat yang tidak kuasa menahan kesedihan. Penanganan kasus ini kini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk kepolisian sektor setempat dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk penyelidikan lebih lanjut.

