Site icon Media KotaKita

Kesehatan Menurun, Puluhan Petugas Pemadam Karhutla Bromo Alami Pusing dan Batuk

Perjuangan tanpa lelah dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo mulai menguras fisik para petugas. Di sektor Jemplang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sekitar 50 personel gabungan dilaporkan mulai bertumbangan akibat didera gangguan kesehatan, seperti batuk parah dan pusing hebat. Faktor kelelahan ekstrem dan paparan asap pekat yang terus-menerus menjadi pemicu utama penurunan kondisi fisik mereka.

Merespons situasi darurat ini, Kepolisian Resor (Polres) Malang langsung menerjunkan Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) ke lokasi bencana. Langkah cepat ini krusial dilakukan guna memantau secara langsung vitalitas para petugas garda terdepan yang berisiko tinggi menghirup gas beracun selama proses pemadaman.

Kasi Dokkes Polres Malang, dr. Anita Rahmawati, menjelaskan bahwa kondisi cuaca kering ekstrem khas musim kemarau di dataran tinggi Bromo semakin memperburuk keadaan. Ketika debu kering bercampur dengan asap sisa pembakaran, saluran pernapasan para petugas menjadi sangat rentan terganggu.

“Asap tebal di area karhutla menurunkan kualitas udara secara drastis, sehingga aliran oksigen yang menuju ke otak berkurang. Hal inilah yang memicu keluhan pusing mendalam pada para personel. Selain itu, tensi darah beberapa petugas terpantau naik akibat kurangnya waktu istirahat yang memadai,” ujar dr. Anita.

Meskipun kondisi di lapangan cukup berat, tim medis memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berkategori berat di kalangan petugas. Selain menangani masalah pernapasan, tim medis juga memberikan perawatan intensif pada seorang petugas yang mengalami luka bakar ringan di kaki kirinya akibat terkena bara api.

Sebagai langkah antisipasi dan pemulihan, tim Dokkes membagikan masker pelindung standar serta suplemen vitamin dosis tinggi untuk mendongkrak daya tahan tubuh personel. Polres Malang juga berencana menggandeng puskesmas setempat untuk membangun posko kesehatan taktis dengan sistem piket bergilir. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kondisi fisik para pejuang lingkungan ini tetap prima hingga api sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Exit mobile version