Kebakaran hebat yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian meluas. Kobaran api yang semula melalap area Savana Pengol di Probolinggo kini telah merambat hingga ke wilayah Jemplang, Kabupaten Malang. Peristiwa mencekam ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan pengunjung restoran Bromo Hillside, setelah asap tebal dan jilatan api dilaporkan mulai mendekati area peristirahatan populer tersebut.
Berdasarkan laporan visual dari lapangan, asap pekat berwarna abu-abu tampak membubung tinggi menyelimuti lanskap sekitar Bukit Bantengan. Detik-detik kepanikan pengunjung dan karyawan restoran terekam jelas dalam sebuah video amatir yang beredar luas di media sosial. Mereka terlihat berhamburan menyelamatkan diri guna menghindari kepungan asap yang kian menyesakkan dada. Pihak TNBTS, melalui Humas Endrip Wahyutama, membenarkan bahwa kejadian menegangkan dalam video tersebut berlokasi di kawasan Jemplang.
Upaya pemadaman skala besar langsung dikerahkan oleh tim gabungan tanggap darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bekerja sama dengan TNI, Polri, Manggala Agni, hingga relawan lokal berjuang keras menjinakkan si jago merah menggunakan armada tangki air dan tandon portabel. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa titik api di bagian belakang kawasan Bromo Hillside kini telah berhasil dipadamkan dan sedang dalam tahap penyisiran bara api agar tidak memicu kebakaran susulan.
Akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas hingga ke Bukit Teletubbies dan Gunung Kursi ini, pihak otoritas mengambil langkah tegas demi keselamatan publik. Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengumumkan penutupan total seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo. Penutupan darurat ini diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan, sembari mengevaluasi kondisi keamanan dan efektivitas proses pemadaman di lapangan.

