Site icon Media KotaKita

Kapal KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa: 129 Korban Masih Hilang, Pasukan Elite Diterjunkan

Tragedi maritim kembali mengguncang perairan Indonesia setelah kapal motor KM Virgo Transport 8 dilaporkan terbalik di kawasan Laut Jawa. Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan terus berpacu dengan waktu guna menyelamatkan ratusan korban yang masih terjebak atau terapung di lautan luas. Dari total 243 penumpang dan kru yang berada di kapal nahas tersebut, sebanyak 114 orang telah berhasil dievakuasi.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa dari total korban yang dievakuasi, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, duka mendalam menyelimuti operasi ini karena 6 korban lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Hingga kini, fokus utama petugas adalah menemukan 129 orang lainnya yang masih dinyatakan hilang misterius.

Untuk meningkatkan peluang keberhasilan operasi penyelamatan, Basarnas menerapkan perubahan strategi taktis pada hari kedua ini. Sektor pencarian yang sebelumnya mencakup delapan wilayah kini dipersempit menjadi enam sektor utama. Langkah penyusutan zona ini diambil setelah koordinat pasti atau titik penanda (datum) keberadaan fisik kapal berhasil dikunci oleh tim navigasi.

Kondisi KM Virgo Transport 8 sendiri saat ini ditemukan dalam posisi terbalik dan mengapung telungkup di permukaan laut. Situasi ini menuntut penanganan ekstra hati-hati karena potensi adanya korban yang masih terperangkap di dalam lambung kapal sangat besar.

Oleh sebab itu, operasi penyelamatan ini melibatkan pasukan khusus. Basarnas mengerahkan Basarnas Special Group (BSG), sebuah unit khusus berkemampuan penyelamatan bawah air tingkat tinggi. Selain BSG, kekuatan tambahan dari Komando Pasukan Katak (Kopaska), tim penyelam TNI Angkatan Laut, serta armada teknologi canggih berupa drone bawah laut milik TNI AL turut diterjunkan untuk memindai area dasar laut.

KM Virgo Transport 8 diketahui memulai pelayarannya dari Pelabuhan Surabaya dengan tujuan Banjarmasin pada Sabtu (12/9). Namun, kapal pembawa ratusan jiwa tersebut tiba-tiba hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Operasi SAR gabungan saat ini terus digencarkan secara maksimal dengan harapan sisa korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Exit mobile version