Ancaman bahaya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin diantisipasi secara serius oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng). Sebagai langkah nyata dalam melindungi kesehatan masyarakat dari polusi udara ekstrem, Pemprov Kalteng tengah menyiapkan pengadaan hingga 500.000 unit masker medis secara masif.
Langkah taktis ini diambil untuk meminimalisasi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang sering kali melanda warga saat bencana asap terjadi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, menegaskan bahwa masker yang disediakan memiliki kualifikasi filtrasi tinggi, meliputi varian N95, KN95, dan KN94 yang sangat efektif menyaring partikel mikroskopis dari asap karhutla.
Sebelum proses pengadaan besar-besaran ini tuntas, aksi pembagian masker dan vitamin telah disalurkan secara berkala di berbagai titik strategis. Salah satu aksinya dipimpin langsung oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, di area Bundaran Besar Palangka Raya. Pembagian suplemen kesehatan dan masker tersebut menjadi dorongan edukatif agar warga semakin sigap menjaga kesehatan diri di ruang terbuka.
Tidak berhenti pada pembagian logistik kesehatan semata, Pemprov Kalteng juga menyiagakan jaringan fasilitas pendukung. Salah satu fasilitas vital yang disediakan adalah keberadaan rumah oksigen di sejumlah kawasan rentan. Posko kesehatan ini dapat diakses secara gratis oleh warga yang membutuhkan bantuan medis darurat akibat paparan asap pekat.
Suyuti mengingatkan bahwa warga yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) serta kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak wajib mengutamakan perlindungan ekstra. Gubernur Agustiar Sabran turut menyerukan pentingnya sinergi antara pemangku kepentingan dan masyarakat luas demi menekan dampak buruk karhutla dan menjaga kualitas hidup di wilayah Kalimantan Tengah.

