Site icon Media KotaKita

Viral Video Jalur KA Jember Ditutup Saat Haul Habib Soleh Tanggul, Ini Penjelasan Resmi KAI

JEMBER – Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah potongan video yang mengeklaim bahwa jalur kereta api di kawasan Stasiun Tanggul, Jember, ditutup total. Penutupan tersebut dinarasikan terjadi demi kelancaran agenda keagamaan akbar, Haul Habib Soleh Tanggul. Menanggapi rumor yang telanjur viral tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember pun langsung angkat bicara guna meluruskan informasi simpang siur yang beredar di tengah masyarakat.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widianto, menegaskan dengan tegas bahwa kabar penutupan jalur perkeretaapian tersebut sama sekali tidak benar. Sepanjang pelaksanaan haul, operasional seluruh perjalanan kereta api tetap berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jalur kereta api aktif tidak pernah ditutup demi kepentingan acara tersebut.

Cahyo menjelaskan bahwa rekaman video yang beredar tersebut diambil di area JPL 91 Stasiun Tanggul, lokasi yang memang sangat dekat dengan titik keramaian jemaah haul. Adapun tiang pembatas berbahan kayu dan bambu yang terlihat dalam video bukanlah sebuah blokade jalur rel, melainkan infrastruktur pengamanan sementara.

“Pagar pembatas darurat tersebut sengaja dipasang untuk mengarahkan ribuan jemaah agar tidak merangsek masuk ke area emplasemen maupun jalur kereta aktif. Ini murni demi keselamatan jiwa para jemaah dan kelancaran operasional kereta api,” terang Cahyo.

KAI Daop 9 menerapkan protokol sterilisasi ketat di sekitar perlintasan sebidang. Setiap kali ada armada kereta api yang akan melintas, petugas gabungan akan langsung mensterilkan area sekitar jalur dari aktivitas jemaah. Jadi, manajemen menekankan bahwa penyesuaian yang dilakukan adalah rekayasa pergerakan massa di sekitar rel, bukan menghentikan operasional kereta api.

Untuk menyukseskan haul akbar yang mendatangkan massa dalam jumlah besar ini, KAI Daop 9 Jember telah berkoordinasi intensif dengan Kepolisian Resor Jember serta Pemerintah Kabupaten Jember jauh hari sebelum acara dimulai. Sinergi ini memastikan bahwa kegiatan ibadah masyarakat tetap dapat terlaksana dengan khidmat tanpa mengabaikan aspek keselamatan transportasi publik.

KAI juga mengimbau kepada netizen dan masyarakat luas agar lebih bijak dalam menyaring informasi dari media sosial. Mengambil kesimpulan sepihak dari video singkat tanpa konteks yang utuh berpotensi memicu kesalahpahaman publik. Warga disarankan untuk selalu melakukan verifikasi melalui saluran informasi resmi PT KAI jika menemukan isu terkait operasional perjalanan kereta api.

Exit mobile version