Site icon Media KotaKita

Sukses Memukau, MTQ Nasional 2026 di Semarang Jadi Simbol Pemersatu Bangsa

Gelaran akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, sukses menuai decak kagum. Tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dalam seni membaca Al-Qur’an, perhelatan ini bertransformasi menjadi momentum hangat yang mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antardaerah di Indonesia.

Sejak menginjakkan kaki di Bandara Ahmad Yani hingga menuju lokasi utama di Lapangan Simpang Lima, para kafilah dari berbagai provinsi mengaku sangat terkesan dengan sambutan hangat warga lokal. Umar Mukhtar, salah satu perwakilan kafilah asal Maluku Utara, mengungkapkan kekagumannya terhadap keramahan masyarakat Semarang serta kentalnya nuansa religius yang ia rasakan sepanjang perjalanan.

Hal senada diungkapkan oleh pimpinan kafilah Lampung, Makmur. Baginya, MTQ Nasional kali ini terasa sangat istimewa karena tingginya antusiasme masyarakat yang memadati area pembukaan. Makmur menekankan bahwa esensi utama dari MTQ bukan sekadar berburu gelar juara, melainkan wadah untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta memupuk sportivitas.

Dari sisi infrastruktur, penyelenggaraan tahun ini dinilai mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Muhlasin, delegasi dari Blitar, memuji pemilihan Lapangan Simpang Lima sebagai pusat acara yang sangat strategis. Area yang lapang dengan panggung megah dinilai sangat menunjang kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Pesta religi ini juga membawa berkah ekonomi. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjelaskan bahwa MTQ Nasional 2026 menjadi panggung strategis bagi sektor UMKM untuk unjuk gigi. Dengan jutaan pelaku usaha lokal di Jateng, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bersama tanpa ada daerah yang tertinggal.

Senada dengan itu, Menko PMK Pratikno menegaskan pentingnya MTQ sebagai sarana mencetak generasi masa depan yang tidak hanya unggul dalam iptek, tetapi juga berakhlak mulia. Acara pembukaan yang megah ini ditutup dengan parade defile 37 provinsi, tari kolosal Kisah Tanah Jawi, serta penampilan syahdu dari musisi religi legendaris, Opick.

Exit mobile version