Manajemen PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka sekaligus memberikan klarifikasi resmi terkait narasi viral yang menyebutkan salah satu pengemudinya mengemudikan armada secara ugal-ugalan. Peristiwa tersebut melibatkan bus Koridor 2 rute Monas-Pulogadung dengan kode armada TJ0205 pada Jumat malam lalu.
Insiden ini mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah unggahan di platform X membeberkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialami para penumpang. Menurut narasi yang beredar, pengemudi bus dinilai melaju dengan kecepatan tinggi yang sulit terkontrol hingga melakukan tindakan pengereman mendadak secara ekstrem di area persimpangan bawah flyover Senen, menjelang Halte Senen Toyota Rangga.
Guncangan hebat akibat pengereman mendadak itu dilaporkan membuat sejumlah penumpang yang berdiri maupun berada di area sambungan bus kehilangan keseimbangan, terjatuh, hingga tersungkur ke lantai kendaraan. Pengunggah juga menuding sang pengemudi enggan memberikan penjelasan atau menunjukkan identitasnya ketika dihampiri oleh penumpang yang merasa dirugikan.
Menanggapi riuh kabar tersebut, Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, menegaskan bahwa pihak manajemen sangat menyesalkan ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan setia mereka. Namun, Ayu menampik tuduhan yang menyebutkan bahwa pengemudi armada TJ0205 berkendara secara sembrono atau ugal-ugalan.
Berdasarkan hasil investigasi internal serta penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV), pengereman darurat tersebut terpaksa dilakukan pramudi demi menghindari benturan fatal. ‘Pengereman mendadak dilakukan pramudi sebagai tindakan refleks untuk menghindari benturan dengan pengendara roda dua yang memotong jalur secara tiba-tiba,’ ungkap Ayu dalam keterangan resminya.
Ayu menambahkan bahwa petugas lapangan TransJakarta telah bertindak sigap dengan langsung memeriksa kondisi fisik seluruh penumpang di lokasi kejadian. Manajemen memastikan tidak ada pelanggan yang mengalami cedera serius dalam peristiwa pengereman refleks tersebut. Pihak TransJakarta juga mengklaim bahwa seluruh prosedur operasional standar (SOP) keselamatan telah dijalankan dengan baik oleh sang pramudi untuk memprioritaskan keselamatan jiwa di dalam bus maupun pengguna jalan lainnya.
Melalui peristiwa ini, TransJakarta kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi, untuk senantiasa menghormati jalur steril busway demi menjamin keselamatan bersama dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas serupa di masa mendatang.

