Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dalam mengatasi ancaman kekeringan yang melanda lahan pertanian di kawasan Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, pemerintah mengintensifkan berbagai langkah strategis mulai dari pengerukan sungai hingga optimalisasi sistem pompa air guna menjamin pasokan irigasi bagi para petani setempat tetap terjaga.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya respons cepat dan terukur dalam memitigasi dampak kekeringan. Menurutnya, pemanfaatan infrastruktur sumber daya air secara maksimal merupakan kunci utama untuk mempertahankan produktivitas sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi warga.
“Air adalah fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan terukur demi mengoptimalkan distribusi air ke lahan-lahan persawahan masyarakat,” ujar Dody.
Fokus utama normalisasi saat ini menyasar Sungai Deket yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Glagah. Langkah ini krusial untuk memperlancar aliran air dari Sungai Blawi menuju jaringan irigasi persawahan. Proyek ini mengerahkan sejumlah alat berat mutakhir, termasuk ekskavator amfibi Komatsu PC 70 dan Ultratek PC 45.
Hingga saat ini, progres pengerukan telah mencapai 3.335 meter dari total target sepanjang 4.000 meter. Selain Sungai Deket, normalisasi juga menyasar Sungai Corong dan Sungai Malang guna memastikan distribusi air berjalan tanpa hambatan.
Tidak hanya mengandalkan pengerukan, BBWS Bengawan Solo juga memaksimalkan pompa air di Pintu Melik II untuk menyuplai air dari Sungai Bengawan Solo ke Sungai Blawi. Langkah taktis ini berhasil mengairi sekitar 3.379 hektare dari total 3.386 hektare lahan sawah yang tersebar di Kecamatan Deket, Glagah, Turi, Karangbinangun, dan Kalitengah.
Guna memastikan pemerataan, pemerintah juga menerapkan sistem gilir distribusi air. Sinergi antara modernisasi alat, optimalisasi pompa, dan manajemen pembagian air yang adil ini diharapkan mampu menyelamatkan sektor pertanian Lamongan dari risiko gagal panen akibat kemarau panjang.

