Site icon Media KotaKita

Sengketa Lahan Picu Bentrok Dua Desa di Maluku: Puluhan Rumah Hangus Dibakar

Ketegangan melanda wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, setelah bentrokan hebat pecah antara warga Desa Lesibata dan Desa Patahuwe di Kecamatan Taniwel. Insiden tragis yang dipicu oleh masalah sengketa lahan ini mengakibatkan sedikitnya 27 rumah warga hangus terbakar dan empat orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, konflik horizontal ini bermula dari aksi pembakaran lahan milik salah satu warga di kawasan hutan gunung Tanjung. Peristiwa yang terjadi pada siang hari tersebut dengan cepat memicu amarah warga desa tetangga, hingga akhirnya berujung pada aksi saling serang dan pembakaran pemukiman pada malam harinya.

Guna meredam situasi yang kian memanas, Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Dadang Hartanto bersama Pangdam XV/Pattimura Mayor Jenderal Dody Triwinarto langsung turun ke lokasi kejadian. Keduanya turun tangan langsung untuk menemui para tokoh adat dan warga dari kedua belah pihak guna menghentikan pertikaian.

Upaya Rekonsiliasi dan Pemulihan Pascabentrok

Dalam pertemuan darurat yang digelar di Kantor Camat Taniwel, Irjen Dadang Hartanto mengimbau para pemimpin desa atau “Raja” untuk aktif menenangkan warganya masing-masing. Ia menegaskan pentingnya menahan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif atau berita bohong (hoaks) yang sengaja diembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana para pimpinan desa bisa meredam emosi warga dan bekerja sama untuk memulihkan keadaan. Kita harus waspada terhadap pihak-pihak yang tidak menginginkan wilayah kita aman,” ujar Dadang.

Selain fokus pada pengamanan, pihak kepolisian dan pemerintah daerah juga berkomitmen mempercepat proses pemulihan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal. Sementara itu, Mayjen TNI Dody Triwinarto menekankan kembali nilai luhur persaudaraan dan gotong royong khas masyarakat Maluku untuk membantu membangun kembali rumah-rumah yang rusak.

Pengamanan Ketat di Perbatasan Desa

Untuk mengantisipasi adanya bentrokan susulan, aparat keamanan bertindak cepat. Puluhan personel bersenjata lengkap dari Polres Seram Bagian Barat telah disiagakan di titik-titik rawan, khususnya di wilayah perbatasan kedua desa yang bertikai. Penjagaan ketat ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan situasi kondusif segera kembali tercipta di Maluku.

Exit mobile version