Site icon Media KotaKita

Pencarian Hari Ke-4 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Meluas Hingga 3.243 Mil Laut

BANTEN – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda kini memasuki hari keempat. Tim SAR Gabungan secara resmi telah memperluas jangkauan penyisiran hingga mencakup area seluas 3.243 nautical mile (NM) demi menemukan rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu.

Upaya penyisiran masif ini terbagi ke dalam empat sektor utama serta satu sektor khusus di titik krusial sekitar lintasan Gunung Anak Krakatau. Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa perluasan wilayah operasi dilakukan berdasar pada evaluasi pola arus laut serta dinamika kondisi lapangan yang terus dipantau.

Guna memaksimalkan proses pencarian, armada udara dan laut dikerahkan secara intensif. Sejumlah armada kapal utama diposisikan di berbagai titik, seperti KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, serta jajaran kapal patroli TNI AL dan Polri. Selain itu, dua unit drone thermal berteknologi canggih juga diterjunkan untuk mendeteksi radiasi panas tubuh di permukaan air secara real-time.

Faktor cuaca di area operasi dilaporkan cukup mendukung dengan kondisi cerah hingga berawan, meski angin bertiup dari tenggara ke selatan berkisar 10-20 knot dan ketinggian gelombang mencapai 0,5 hingga 2,5 meter. Tim di lapangan menegaskan bahwa faktor keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama selama penyisiran berlangsung.

Peristiwa ini bermula saat rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB mengarungi laut menuju Gunung Anak Krakatau untuk liputan jurnalistik. Sinyal keberadaan mereka sempat terdeteksi saat mengirim titik koordinat pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak sepenuhnya pada pukul 15.04 WIB.

Adapun identitas korban di dalam kapal cepat tersebut yakni Warta (55/Kapten), Surakman (60/ABK), Heriyanto (49/Pemandu), serta lima wartawan: M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (Jurnalis Lepas). Sebagai bentuk dukungan moral, komunitas Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) menginisiasi aksi doa bersama di kawasan Bundaran HI, Jakarta, berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Exit mobile version