Site icon Media KotaKita

TNI Temukan Ladang Ganja Rp8 Miliar di Papua Pegunungan, Diduga Milik OPM Egianus Kogoya

Aparat keamanan dari jajaran TNI kembali menorehkan prestasi gemilang dalam upaya menjaga kedaulatan serta ketertiban di wilayah timur Indonesia. Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonif 725/Woroagi (WRG) berhasil mengendus dan membersihkan ladang ganja raksasa yang tersembunyi di kawasan hutan Kampung Ibiroma dan Kampung Hesmat, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penemuan luar biasa ini menjadi salah satu keberhasilan terbesar dalam operasi pemberantasan narkotika di wilayah konflik tersebut.

Dalam operasi bersandi Operasi Kinetik 3.18 ini, Satgas Komando Operasi Habema mengerahkan sedikitnya 78 personel berpengalaman untuk menyisir medan berat Papua yang kerap dijadikan tempat persembunyian barang ilegal. Hasil dari penyisiran intensif tersebut sangat mengejutkan; petugas menemukan sekitar 21.400 pohon ganja subur siap panen. Berdasarkan taksiran awal, nilai ekonomis dari puluhan ribu tanaman haram tersebut diperkirakan menembus angka fantastis, yakni mencapai Rp8 miliar.

Panglima Kogabwilhan III, Letjen Lucky Avianto, mengungkapkan bahwa keberadaan ladang ganja berskala masif ini diduga kuat memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) faksi Egianus Kogoya. Komoditas ilegal ini diduga menjadi salah satu sumber pendanaan untuk menyokong gerakan mereka, sekaligus memperkeruh situasi keamanan di tanah Papua.

“Pembersihan ladang ganja ini adalah langkah konkret TNI dalam melindungi masyarakat Papua Pegunungan dari bahaya laten narkoba. Kami berkomitmen penuh untuk terus memutus rantai peredaran narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda di daerah ini,” tegas Letjen Lucky Avianto.

Penemuan ini juga menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya fokus pada penanganan konflik bersenjata, tetapi juga aktif dalam operasi kemanusiaan dan hukum guna menyelamatkan masyarakat dari ancaman narkoba. Atas dedikasi luar biasa dan keberhasilan operasi berisiko tinggi ini, seluruh personel Satgas Yonif 725/WRG yang terlibat langsung dianugerahi penghargaan (reward) dari komando atas sebagai bentuk apresiasi moral.

Langkah preventif dan represif seperti ini dipastikan akan terus ditingkatkan guna mempersempit ruang gerak kelompok kriminal bersenjata (KKB) sekaligus menciptakan lingkungan Papua yang aman, damai, dan bebas dari jeratan narkotika.

Exit mobile version