Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) terus mengepakkan sayapnya di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi 9th Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2026 yang berlangsung di Langkawi, Malaysia, delegasi Kebumen memaparkan strategi inovatif bertajuk pengembangan jalur bumi atau geotrail. Langkah taktis ini dinilai sukses memadukan kekayaan geologi dengan sektor pariwisata minat khusus dan olahraga (sport tourism).
Ketua Dewan Pakar Badan Pengelola Geopark Kebumen, Chusni Ansori, menjelaskan bahwa daya tarik utama Kebumen UGGp tidak hanya bertumpu pada bukti geologi purba. Keunikan sesungguhnya terletak pada integrasi harmonis antara keanekaragaman hayati (biodiversitas) dan kebudayaan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Dengan luas wilayah mencapai ribuan kilometer persegi yang mencakup puluhan kecamatan, kawasan berjuluk “The Glowing Mother Earth of Java” ini memiliki potensi luar biasa.
Kebumen mengemas keunggulan ini ke dalam tiga rute geotrail utama:
- The True History of Mother Earth and Plate Tectonic Theory: Fokus pada edukasi sejarah bumi dan pergerakan lempeng tektonik purba di Karangsambung.
- The Cave: Natural and Human Life: Menyusuri eksotisme kawasan karst Karangbolong sekaligus melihat interaksi manusia dengan alam gua.
- The Paradise of Oceanic Warmth & Culture: Menawarkan keindahan pesisir pantai selatan yang kaya nilai budaya lokal.
Untuk memasarkan potensi tersebut, Kebumen menerapkan strategi promosi yang kreatif melalui ajang olahraga Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) dan agenda bisnis Kebumen Travel Mart. KGTR berhasil memikat ribuan pelari dari berbagai daerah untuk melintasi rute eksotis Kebumen, mulai dari perbukitan hingga garis pantai. Di sisi lain, Kebumen Travel Mart sukses mempertemukan ratusan agen wisata (buyer) domestik dan mancanegara, yang memicu perputaran uang hingga miliaran rupiah di sektor UMKM lokal.
Upaya ini tidak sia-sia. Kebijakan matang dari pemerintah daerah yang tertuang dalam regulasi khusus serta rencana induk pengembangan jangka panjang terbukti mampu mendongkrak ekonomi daerah. Berdasarkan data riset terbaru, aktivitas pariwisata di Kebumen tumbuh konsisten dengan peningkatan kunjungan wisatawan mencapai hampir 14 persen per tahun, yang turut berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

