Site icon Media KotaKita

Sidang Korupsi Kuota Haji: Yaqut Cecar Eks Menpora Dito Soal Foto Olimpiade Paris

Sidang kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun anggaran 2023-2024 kembali digelar dengan tensi tinggi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang kini berstatus sebagai terdakwa, mencecar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito, yang hadir sebagai saksi pada Kamis (10/9).

Dalam persidangan tersebut, Yaqut mempertanyakan relevansi sebuah foto yang terdapat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Foto yang diambil saat perhelatan Olimpiade Paris pada Agustus 2024 itu memperlihatkan Dito bersama sejumlah tokoh penting, termasuk mantan mertuanya yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Makassar Toraja (Maktour), Fuad Hasan Masyhur. Nama Fuad sendiri kerap dikaitkan dengan kasus ini bahkan sempat dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK.

Yaqut secara langsung mempertanyakan motif di balik pertemuan tersebut dan apakah ada pembicaraan rahasia mengenai alokasi kuota haji. Menanggapi cecaran tersebut, Dito mengaku sempat bingung ketika penyidik pertama kali menunjukkan foto itu kepadanya. Menurut Dito, dokumentasi tersebut murni diambil dari barang bukti elektronik pribadinya dan tidak memiliki kaitan apa pun dengan perkara korupsi yang tengah disidangkan.

Dito menegaskan bahwa kehadirannya dalam momen tersebut murni dalam kapasitasnya sebagai Menpora yang menghadiri ajang Olimpiade Paris. Ia juga menjamin tidak ada pembahasan mengenai urusan haji maupun bisnis Maktour dalam pertemuan informal tersebut.

Sebagai informasi, kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan ini diperkirakan telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp622,09 miliar berdasarkan laporan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Selain Yaqut Cholil Qoumas, terdapat tiga terdakwa lain yang juga terseret dalam pusaran kasus besar ini, yaitu Ishfah Abidal Azis (Gus Alex), Ismail Adham selaku Direktur Operasional Maktour, serta Asrul Azis Taba selaku Ketua Umum Asosiasi Kesthuri.

Exit mobile version