Site icon Media KotaKita

Operasi SAR Selat Sunda Diperluas, Drone Thermal Dikerahkan Cari Jurnalis yang Hilang

Upaya pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda kini memasuki babak baru. Memasuki hari keempat operasi penyelamatan, Tim SAR Gabungan memutuskan untuk memperluas area penyisiran demi menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak sejak awal pekan lalu saat hendak meliput Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengungkapkan bahwa wilayah pencarian kini diperlebar hingga mencakup area seluas 3.243 mil laut (nautical mile/NM). Wilayah operasional ini dibagi menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus yang menjadi fokus perhatian tim di lapangan.

Teknologi Canggih dan Armada Tempur Dikerahkan

Untuk memaksimalkan pencarian di tengah luasnya Selat Sunda, tim penyelamat mengerahkan kekuatan penuh. Berbagai alutsista laut diterjunkan, mulai dari kapal negara seperti KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, hingga kapal perang TNI AL seperti KRI Leuser, KRI Karambit, dan KRI Lepu. Tidak hanya mengandalkan armada laut, tim gabungan juga memanfaatkan teknologi udara dengan menerbangkan dua unit drone pendeteksi panas tubuh (drone thermal) untuk memindai keberadaan para korban dari udara.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cukup bersahabat dengan langit cerah berawan. Kendati demikian, kecepatan angin yang mencapai 10-20 knot dan ketinggian gelombang laut antara 0,5 hingga 2,5 meter tetap menuntut kewaspadaan tinggi dari tim penyelamat.

Kronologi Hilangnya Rombongan Jurnalis

Peristiwa memilukan ini bermula pada Senin (7/9) ketika rombongan yang menumpangi speedboat berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan tersebut bermaksud melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kontak terakhir tercatat pada pukul 15.04 WIB, hanya beberapa menit setelah mereka mengirimkan koordinat lokasi terkini kepada rekan sejawat di Lampung.

Di dalam kapal tersebut terdapat delapan orang, termasuk lima jurnalis dari berbagai media nasional dan internasional, seperti ANTARA, Merdeka, iNews, dan Anadolu, bersama seorang jurnalis lepas, pemandu, serta dua kru kapal.

Sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral, komunitas Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) menggelar aksi doa bersama di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Mereka berharap mukjizat dan keselamatan bagi seluruh korban yang hingga kini masih dalam proses pencarian intensif.

Exit mobile version